TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Bencana Tanah Bergerak di Kampung Sukajaya dan Kampung Warung Lame, Desa Bayah Timur, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, menggerus tujuh rumah warga.
Kepala Desa Bayah Timur, Rafik Rahmat Taufik mengatakan, sebagian rumah yang hancur, karena bangunan rumah lokasinya berada di atas tebing. ”Pergeseran tanah ini sudah yang kesekian kali, pertama kali terjadi pada tanggal 17 Desember 2025 yang dipicu hujan dari sore hingga malam hari,” kata Rafik Rahmat Taufik, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin (12/1).
Bahkan, kata Rafik, pergeseran tanah kembali terjadi hari ini lantaran hujan yang mengguyur sejak kemarin. Kata dia, ada beberapa rumah warga lainnya yang juga terancam bisa ikut tergerus.”Ada tiga rumah terancam dengan kondisi bangunan sudah mengalami retak-retak,” ujarnya.
Pasca kejadian longsor pertama, Pemerintah Desa (Pemdes) Bayah Timur bergegas mengajukan permohonan bantuan bronjong atau bangunan penahan tanah kepada Kepala Dinas PUPR Banten.
”Di lokasi tersebut dibutuhkan bronjong untuk menahan agar tanah longsor karena sudah menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga. Kalau ini terlalu lama dibiarkan maka area perumahan bisa habis tergerus longsor,” ucapnya.
Sukanta, Kepala BPBD Lebak menyatakan, hari ini (Senin-red) telah meninjau langsung rumah terdampak bencana tanah bergerak di Kecamatan Bayah. Kdatangannya tersebut untuk memastikan yang korban terdampak mendapat penanganan. ”Tadi langsung kelokasi, dan ada 2 titik lokasi yang terdampak longsor di Desa Bayah Timur, yakni di Kampung Sukajaya RT 01/ RW 03, dan di Kampung Tenjolaya RT 03/01,” ungkap dia.
Menurutnya, harus cari solusi, kalau solusi nya tidak jelas. Masyarakat mestinya jangan memaksakan untuk terus tinggal di lokasi itu.”Ini harus cari tempat yg relatif aman untuk di huni, sebab saya lihat tebingnya cukup tinggi,” tuturnya.
Selain itu, Ia juga meminta agar segera membuat pengajuan usulan kebutuhan atas lokasi pemukim yang terdampak kelongsoran itu.”Tadi sudah di lokasi terdampak longsor dan sekarang lagi di kantor desa. Saya lagi koordinasi dengan Kepala Desa Bayah Timur , kaya nya memang harus mengusulkan Bronjong ke Provinsi,” paparnya.(fad)