15 Ribu Anak Kota Serang Berisiko Stunting

Selasa 28-10-2025,21:28 WIB
Reporter : Aldi Alpian Indra
Editor : Andi Suhandi

Selain itu, DP3AKB juga menjalankan program Bimbingan Keluarga (Bimwin) bagi calon pengantin di KUA untuk mencegah risiko stunting sejak dini. “Kami ingin calon pengantin memahami pentingnya kesiapan reproduksi, terutama bagi yang masih di bawah usia 20 tahun,” kata Anton.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot Serang bersama Baznas dan dunia usaha memberikan bantuan berupa beras, telur, serta uang transport kepada masyarakat berisiko stunting. Anton menekankan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, tetapi membutuhkan peran serta berbagai pihak. 

“Bantuan ini hasil kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perbankan, dan Baznas. Tujuannya untuk menunjukkan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah,” jelasnya.

Anthon juga mengungkapkan bahwa keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama dalam program penurunan stunting tahun ini dan tahun depan. Hal tersebut disebabkan oleh perubahan kebijakan di tingkat pusat, di mana program stunting tidak lagi menjadi prioritas nasional.

Meski demikian, DP3AKB tetap berupaya mengintegrasikan program ini dengan kegiatan lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Perkim, Dinas Pertanian, dan Bappeda. “Kalau dikolaborasikan dengan OPD lain, total anggarannya cukup besar. Tapi saya tidak hafal jumlah pastinya karena ini lintas sektor,” ujarnya.

Anthon menambahkan, persoalan pola asuh masih menjadi tantangan besar dalam upaya menurunkan stunting. Banyak keluarga yang belum memahami pentingnya gizi seimbang bagi anak-anak mereka. 

“Kendalanya terutama pada pola asuh. Masih banyak keluarga yang belum memahami pentingnya asupan gizi bagi anak. Faktor ekonomi juga memengaruhi, karena sering kali orang tua memberi makanan tanpa memperhatikan kandungan gizinya,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, Pemkot Serang optimistis angka keluarga berisiko stunting akan terus menurun.

Dirinya menegaskan kembali bahwa upaya ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi masa depan Kota Serang. “Kami ingin anak-anak Kota Serang tumbuh sehat, cerdas, dan bergizi baik. Penurunan stunting bukan sekadar angka, tapi menyangkut masa depan daerah kita,” pungkasnya.(ald)

Kategori :