TANGERANG — Siswa SDN Cisauk II pastikan sebelum lulus sudah bisa membaca dan menulis serta berhitung. Tidak ada siswa yang naik kelas dengan kondisi tidak bisa baca, menulis dan berhitung. Jika ada siswa tak bisa membaca menulis dan berhitung, maka tidak akan dinaikan ke kelas yang lenih tinggi.
Sejak masuk ke SDN Cisauk II, Para siswa langsung dilatih membaca dan menulis. Selanjutnya diajarkan menghitung. Ini karena membaca, menulis daan berhitung, adalah pelajaran paling dasar yang harus dikuasai siswa.
Kepala SDN Cisauk II Imron Rosyadi mengatakan, lulusan SDN Cisauk II di pastikan sudah lacar membaca dan menulis. Ini karena jika tidak bisa, bagaimana bisa mengikuti pelajaran lainnya. Karena, membaca dan Menulis adalah pelajaran dasar yang wajib dikuasai oleh siswa.
”Kami tidak akan menaikkan siswa ke tingkat selanjutnya jika memang mereka belum bisa membaca dan menulis. Kita tidak mau siswa kami selama bersekolah di sini tidak bisa membaca dan menulis. Maka itu, saya pastikan saat lulus mereka sudah bisa memnaca dan menulis,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (21/8).
Imron menambahkan, dirinya miris mendengar ada siswa SMP baru masuk tidak bisa membaca dan menulis, yang membingungkan bagiamana bisa naik kelas saat di SD dan bagaimana bisa lulus sedangkan tidak bisa membaca dan menulis. Apakah pihak sekolah tidak memantau atau ada hal lain.
”Saya sempat baca berita bahwa ada siswa di luar daerah tidak bisa membaca dan menulis. Saya langsung berfikir bagaimana bisa naik kelas dan lulus serta bisa masuk ke SMP negeri. Berarti kesalahan ada di sekolah karena tidak melihat anaknya dalam mengajar,” paparnya..
Ia menggaskan, para guru wajib melakukan koreksi terhadap siswanya, apakah ada kendala dalam belajar atau tidak. Jangan sampai, siswa tidak bisa membaca dan menulis. Karena itu pelajaran yang dasar yang harus dikuasai oleh siswa.
”Saya selalu meminta koreksi guru, apakah ada siswa yang tidak bisa baca dan menulis. Jika ada, jangan dibiarkan mereka tidak bisa membaca dan menulis. Bimbing mereka sampai biasa. Jadi saat kenaikan kelas, siswa sudah biasa membaca dan menulis. Apalagi, saat mereka lulus dan masuk ke SMP, jadi tidak membuat malu sekolah asal mereka,”tutupnya.(ran)