Belasan Ibu-ibu Pilih KB Steril

Kamis 21-08-2025,21:56 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Endang Sahroni

Sementara itu, Direktur RSIA Permata Sarana Husada Novi Gracia mengatakan, pihaknya sudah lama kerjasama dengan BKKBN dan tujuannya adalah meneruskan atau mengha­silkan generasi emas. 

”Mitos zaman dahulukan banyak anak banyak rejeki tapi, sekarang ini yang diha­rap­kan dengan jumlah anak terbatas dan diharapkan 2 orang tapi, bisa menjadi gene­rasi emas kedepannya,” ujar­nya.

Novi menambahkan, layanan atau bakti sosial (baksos) pe­layanan KB MOW tersebut dilakukan agar pihaknya bisa melayani masyaarakat Kota Tangsel untuk mencapai ge­nerasi emas tersebut.

”RSIA Permata Sarana Hu­sada dari BKKBN mendapat­kan bantuan mesin atau alat Leparaskopi tahun lalu. Ini sangat efektif membantu untuk pe­layanan yang sangat cepat. Dulu layanan cukup lama dan sekarang pasien sudah bisa 2 jam pulang dengan keadaan baik,” tambahnya.

Menurutnya, keunggulan alat tersebut adalah dengan sayatan yang kecil, kom­pli­kasinya juga lebh kecil, tinda­kannya lebih cepat dan pasien mobilisasinya lebih cepat juga ”Satu tindakan cuma butuh 5-10 menit,” terangnya.

Novi mengungkapkan, bagi pasien rasa nyaman itu sangat dirasakan. Dengan adanya kerjasama dengan BKKBN tentunya berdampak juga ke­pada kunjungan atau laya­nan di RSIA Permata Sarana Husada. Ada wanita yang ingin ber KB langsung dan biasanya mereka tahu dari pasien yang sudah pernah KB MOW ditem­pat tersebut.

”Keunggulan KB MOW di­ban­­ding jenis lain tentu ada. KB itu ada permanen dan non permanen. Yang non perma­nen itu ada IUD, pil, suntik, dan susuk. Non permanen ini kita bagi hormonal dan non hormonal.

Yang non hormonal itu kon­dom dan IUD dan yang hor­monal itu pil, suntik dan su­suk,” terangnya.

Menurutnya, tidak semua perempuan cocok dengan KB dan bisa dibilang cocok-cocokan. Bila KB MOW itu adalah KB permanen dan non hormonal. Bila sudah tidak mau tambah keturunan dan anak juga sudah banyak punya anak, maka supaya memi­kirkan untuk melakukan KB permanen.

”Sehingga tidak repot bolak balik ke faskes pertama atau posyandu. Dengan MOW su­dah enak, sekali pasang sudah seumur hidup. Tapi, dengan syarat persetujan suami,” tu­turnya.

”KB MOW ini tidak mem­pengaruhi menstruasi jadi, tetap menstruasi seperti biasa. Tek­niknya akan dipasang cin­cin dikedua saluran telur­nya,” tutupnya. (bud)

Kategori :