Pada bagian lain, Nuryadi, S.Sos.,M,I.kom mendorong guru-guru untuk mempraktikkan membuat bahan ajar bermuatan interkultural yang aktivitasnya ada permainan interaktif.
Nuryadi mendemonstrasikan permainan interaktif sederhana dengan menggunakan PowerPoint. Aktivitas yang berbasis permainan interaktif digital dapat meningkatkan minat belajar siswa karena terdiri atas teks, gambar, audio dan interaktivitas.
Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahan ajar digital interkultural yang interaktif dengan aktivitas yang mendorong siswa untuk berpikir kritis. Bahan ajar yang dikembangkan oleh guru-guru SMPN 229 akan diterapkan di kelas.
"Harapan ke depan dari kegiatan ini adalah dengan mengintegrasikan nilai-nilai interkultural ke dalam proses pembelajaran, kita dapat membentuk siswa menjadi warga negara global sehingga memiliki pemikiran global, terbuka, kritis, dan tolerasi dalam kehidupan," kata Nuryadi. (*)