KEDATANGAN Rachmat Affandi ke Persita dihiasi segudang pertanyaan soal kasus pencoretannya dari Persebaya. Banyak yang bertanya soal kebenaran didepaknya Fandi, panggilan akrab Rachmat Affandi, karena cedera parah yang dialami. Fandi sendiri tak menampik bahwa kondisinya diawal musim bersama Persebaya mengalami cedera. Tapi cedera dialami akibat latihan yang dijalaninya bersama tim berjuluk Bajul Ijo tersebut. "Tapi saya tak diperhatikan oleh pengurus, karena menganggap itu cedera lama dan kambuhan. Padahal saya mengalami cedera tersebut saat berlatih keras bersama Persebaya dalam persiapan kompetisi," terang Fandi. Diakui mantan pemain Persija itu yang membuat dirinya semakin kecewa adalah dicoret karena diagnosa medis yang dikeluarkan dokter tim Persebaya tidak akurat. Itu dikemukakan Fandi lantaran sebelum diminta oleh pihak Persebaya dirinya telah melakukan pemeriksaan kepada dokter ortopedi di Jakarta dan menurut cedera yang dialaminya tidak perlu menjalani operasi. "Saya tidak pernah diajak untuk periksa di dokter ortopedi, saya langsung disuruh melakukan MRI ((Magnetic Resonance Imaging atau alat pendeteksi cedera, red) dan hasilnya saya tidak diberitahu. Tahu-tahu di media muncul kabar saya dipecat karena harus operasi dan penyembuhan pasca operasi butuh enam bulan," kesal Fandi. "Apa yang dikatakan dokter tim Persebaya beda dengan yang didiagnosa oleh dokter ortopedi di Jakarta. Apa yang dilakukan dokter tim Persebaya yang seorang dokter umum jelas merugikan saya," imbuh Fandi yang mengaku hingga kini Persebaya belum melunasi satu bulan gaji yang menjadi haknya karena dipecat. Dikemukakan Fandi, beda perlakuan diterimanya di Persita. Mendengar kabar soal cederanya, pihak Persita melakukan MRI dan diperiksa oleh dokter spesialis ortopedi yang ditunjuk Persita. "Hasilnya saya dinyatakan bisa bermain seperti biasa meski harus menjalani terapi untuk lebih mempercepat proses penyembuhan," ungkap Fandi. Kenyataan inilah yang membuat Fandi merasa perlu membuktikan kepada tim yang dibelanya saat ini Persita dan mantan timnya Persebaya. Untuk Persita, Fandi berjanji untuk membuktikan ketajamannya dalam mencetak gol untuk membantu tim Ungu berprestasi. "Sedang untuk Persebaya saya ingin membuktikan diagnosa yang diberikan dokter tim tidak benar dan Alhamdulillah saya masih sehat dan bisa main (pertandingan kontra Lampung Sakti, red). Pertandingan selanjutnya saya ingin membuktikan saya masih bisa bikin gol," tutup mantan pemain Persib itu. (apw)
Diantara Dua Pembuktian
Jumat 11-08-2017,05:34 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,23:00 WIB
Kemenag Kota Tangsel Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
Kamis 12-03-2026,14:50 WIB
SMPN 2 Pagedangan Serahkan Donasi ke Palestina
Kamis 12-03-2026,21:57 WIB
Pasar Jedogan Siapkan 180 Stan dan 50 Emperan
Kamis 12-03-2026,21:54 WIB
DPRD Dorong Reformasi Latihan Kerja di Banten
Kamis 12-03-2026,21:55 WIB
Arus Mudik Lebaran 2026, Imigrasi Soetta Optimalkan Pemeriksaan Otomatis
Terkini
Jumat 13-03-2026,10:59 WIB
Program Siaga Ramadhan, Mitsubishi Fuso Berbagi Sembako kepada Sopir Hero
Kamis 12-03-2026,23:05 WIB
Pengurus BWI Kota Tangsel Periode 2025 - 2028 Resmi Dilantik
Kamis 12-03-2026,23:00 WIB
Kemenag Kota Tangsel Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
Kamis 12-03-2026,22:58 WIB
Kapolres Tangsel Larang Polisi Terima Parsel Lebaran
Kamis 12-03-2026,22:55 WIB