TIGARAKSA – Puncak musim kemarau di Kabupaten Tangerang terjadi pada Agustus saat ini. Versi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau pada tahun ini termasuk panjang. Sebab, sejak Oktober 2018 telah terjadi badai El-Nino yang lemah dengan membawa angin yang kering dan panas. Akibatnya, terjadi perbedaan temperatur udara yang jauh antara siang dan malam hari. Kepala Sub Bidang Pelayanan Jasa BMKG Wilayah II Tangerang, Darman Mardanis mengatakan, pada musim kemarau terjadi perebedaan temperatur antara siang dan malam hari. Namun untuk Kabupaten Tangerang dianggap masih dalam kondisi normal. Walaupun, perebedaan temperatur siang hari mencapai hingga 38 derajat celcius dengan malam hari yang dapat menyentuh 19 derajat celcius. “Kalau dimusim kemarau memang terjadi perbedaan suhu dimana siang tinggi dan malam menjadi lebih dingin. Kita anggap tidak terlalu signifikan, karena memang kalau musim kering malam menjadi lebih dingin. Itu natural,” jelasnya kepada Tangerang Ekspres, Jumat (23/8). Kata dia, perbedaan temperatur antara siang dengan malam hari akan berakhir pada Desember. Seiring dengan awal musim hujan yang diperkirakan turun pada akhir tahun ini. “Kalau di Kabupaten Tangerang statusnya siaga karena hari-hari tanpa hujan lebih panjang. Dimana puncaknya pada bulan ini. Kita prediksi awal Desember diperkirakan masuk musim penghujan,” jelasnya. Sementara, Kepala Bidang Pencegahan Persebaran Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Hendra Tamizi mengatakan, perebedaan temperatur antara siang dengan malam yang terlampau jauh masih dalam batas kewajaran. Menurutnya, walaupun daya adaptasi tubuh tidak sama akan tetapi level temperatur yang masih berada di kisaran 20 derajat celcius dianggap normal. Kata dia, pada musim kemarau, laporan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sudah mulai meningkat pada Agustus dibanding bulan lalu. “Masih normal kondisi temperatur udara di Kabupaten Tangerang. Walaupun laporan yang berasal dari puskesmas penyakit ISPA naik dari 10 hingga 15 persen dari bulan lalu. Jumlah kasusnya bervaraiatif antara seratus hingga seribu di setiap puskesmas,” ujarnya. “Kita himbau masyarakat untuk pola hidup sehat dan menggunakan masker. Serta menjaga daya tahan tubuh dengan makanan yang bergizi. Serta perbanyak minum air putih dan berolahraga. Untuk yang terjangkit ISPA segera berobat kerana yang kita khawatirkan terjadi komplikasi radang-radang paru. Kita juga himbau masyarakat mengurangi aktivitas pada malam hari dan menggunakan pakaian tebal,” tukasnya. (mg-10/mas)
Alami Puncak Kemarau, ISPA Naik Hingga 20 Persen
Sabtu 24-08-2019,04:43 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 05-05-2026,22:10 WIB
Angka Belum Pasti, Pemprov Perluas PSG untuk MA
Selasa 05-05-2026,19:24 WIB
Kejuaraan Panjat Tebing Pelajar Kab. Tangerang, Ajang Pencarian Bakat dan Evaluasi
Selasa 05-05-2026,20:58 WIB
Parkir Liar Marak di Rangkasbitung
Selasa 05-05-2026,20:37 WIB
Parpol Tak Boleh Asal Comot Kader
Selasa 05-05-2026,20:43 WIB
Kasus Kekerasan Perempuan Didominasi Anak-anak, Dewan Minta Ada Penanganan Jemput Bola
Terkini
Selasa 05-05-2026,22:12 WIB
WH Desak Pemprov Lebarkan Jalan KH Hasyim Asy’ari
Selasa 05-05-2026,22:10 WIB
Angka Belum Pasti, Pemprov Perluas PSG untuk MA
Selasa 05-05-2026,22:06 WIB
106 Kasus Kekerasan Seksual di Kabupaten Tangerang, Kurangnya Sensitivitas Aparat dan Layanan Tidak Merata
Selasa 05-05-2026,22:03 WIB
411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur
Selasa 05-05-2026,21:59 WIB