BJB

Ketersediaan Stok Bufer Bantuan Bencana Aman

Ketersediaan Stok Bufer Bantuan Bencana Aman

Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian saat diwawancarai wartawan di Pemkab Serang, beberapa hari lalu.--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kabu­paten Serang memastikan ketersediaan stok bufer (penyangga) bantuan untuk korban bencana di Kabupaten Serang aman. Karena biasanya bencana di Kabu­paten Serang sering terjadi saat akhir tahun. 

Kepala Dinsos Kabupaten Serang Yadi Priyadi Rochdian mengatakan, untuk mengantisipasi potensi bencana pada akhir tahun pihaknya telah menyiapkan stok bufer untuk mengantisipasi potensi bencana di akhir tahun.

Ketersediaan stok bufer ini menjadi salah satu langkah penting pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

"Buffer stock (stok bufer) sudah kita per­siapkan, sekarang ini sudah relatif aman sampai akhir tahun ini, karena kita tidak tahu kapan bencana akan terjadi. Tapi, kalau berkaca tahun-tahun sebelumnya selalu di akhir tahun," katanya kepada wartawan di Pendopo Bupati Serang, Kamis (5/11).

Yadi mengatakan, sejumlah wilayah di Kabupaten Serang memiliki potensi bencana, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kekeringan.

Sehingga pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap persediaan logistik, agar kebutuhan masyarakat terdampak bencana dapat segera terpenuhi.

"Kami juga akan terus berkoordinasi dengan dinas terkait yakni BPBD, agar proses penyaluran bantuan dapat berjalan cepat dan tepat sasaran ketika terjadi bencana," ujarnya.

Dikatakan Yadi, stok bufer yang disiap­kannya mulai dari beras, minyak, makanan siap saji, dan kebutuhan pokok lainnya yang sangat dibutuhkan masyarakat terdampak ketika bencana terjadi.

Stok bufer tersebut juga tidak hanya bantuan yang disalurkan untuk bencana alam, tetapi bencana-bencana lainnya seperti rumah roboh, kebakaran dan lain sebagainya.

"Biasanya ketika terjadi bencana masyarakat akan berkoordinasi dengan pihak desa dan kecamatan, setelahnya desa maupun kecamatan melaporkan sekaligus ajukan bantuan ke dinsos. Setiap tahunnya kita rata-rata kan ada sekitar delapan sampai sembilan ribu jiwa yang kita bantu, dan saat banjir dibuka dapur umum sekali bahan makanannya," ucapnya. (agm)

Sumber: