BJB

BAZNAS Luncurkan Program Bersama Membangun Masjid

BAZNAS Luncurkan Program Bersama Membangun Masjid

Wali Kota Tangerang Sachrudin didampingi Ketua Baznas Provinsi Banten Wawan Wahyudin bersama jajaran Baznas Kota Tangerang foto bersama perwakilan kecamatan yang mendapatkan bantuan Tangerang Bersama Membangun Masjid di Grand El-Hajj, Kecamatan Cipondoh, -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPONDOH — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang meluncurkan program Tangerang Bersama Membangun Masjid sebagai upaya memperkuat peran masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Melalui program tersebut, BAZNAS menargetkan pembangunan dan bantuan untuk 14 masjid di Kota Tangerang secara bertahap.

Program tersebut diluncurkan bersamaan dengan Rapat Kerja (Raker) BAZNAS Kota Tangerang yang berlangsung di Gedung Grand El Hajj, Kecamatan Cipondoh, Rabu (4/11). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyelaraskan program kerja BAZNAS dengan arah kebijakan pembangunan Pemerintah Kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengapresiasi kinerja BAZNAS Kota Tangerang yang dinilai berhasil membangun tata kelola zakat, infak, dan sedekah (ZIS) hingga meraih sejumlah penghargaan di tingkat daerah, provinsi, maupun nasional.

Ia menyebut, penghargaan yang diraih BAZNAS Kota Tangerang merupakan hasil kerja bersama antara pengelola zakat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kepercayaan publik.

"Saya menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Kota Tangerang atas kinerjanya sehingga mendapat beberapa penghargaan, baik daerah, provinsi, maupun nasional. Secara nasional, BAZNAS Kota Tangerang menjadi yang terbaik se-Indonesia dalam melaksanakan tata kelola zakat, infak, dan sedekah," ujar Sachrudin saat diwawancarai Tangerang Ekspres, Rabu (4/11).

Menurutnya, keberadaan BAZNAS sebagai lembaga pemerintah nonstruktural merupakan bagian dari mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah. Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix, yakni pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media.

Sachrudin menegaskan, pembangunan kota tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik, seperti gedung megah dan infrastruktur yang memadai. Lebih dari itu, pembangunan juga harus menyentuh kualitas sumber daya manusia, kepedulian sosial, serta kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan kehidupan bersama.

"Kota Tangerang ini rumah kita bersama, bukan sekadar tempat tidur. Karena itu, harus kita jaga dan rawat bersama. Kebutuhan sarana prasarana dan fasilitas dasar bukan hanya menjadi kewajiban pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran seluruh lapisan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Kota Tangerang KH M Aslie Elhusyairy mengatakan, program Tangerang Bersama Membangun Masjid menjadi salah satu langkah untuk memperkuat solidaritas dan gotong royong masyarakat dalam memenuhi kebutuhan rumah ibadah.

Melalui program tersebut, BAZNAS berencana mendorong kolaborasi antardewan kemakmuran masjid (DKM) di seluruh wilayah Kota Tangerang. Penghimpunan dana dilakukan secara bersama-­sama untuk membantu masjid yang membutuhkan pembangunan maupun perbaikan.

"Rencananya ada 14 masjid yang akan kita bantu, tetapi pelaksanaannya bertahap. Kita prioritaskan masjid yang memang lebih awal membutuhkan bantuan," jelas Aslie.

Ia menerangkan, program tersebut dilatarbelakangi masih adanya masjid yang mengandalkan penggalangan dana di jalan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Padahal, menurutnya, potensi zakat dan infak yang dihimpun dari masjid-masjid di Kota Tangerang dapat dikelola secara bersama untuk membantu kebutuhan tersebut.

Aslie mencontohkan, apabila sekitar 800 masjid di Kota Tangerang dapat bersinergi dan masing-masing berkontribusi Rp1 juta, maka dana yang terkumpul bisa mencapai Rp800 juta. Dana tersebut berpotensi digunakan untuk mendukung pembangunan satu masjid secara lebih optimal.

"Kalau kita bisa membangun masjid di daerah lain, seperti Cianjur, Lampung, dan Sumatera, masa di daerah sendiri kita tidak punya semangat untuk membantu. Karena itu, kita ingin potensi yang ada di masjid-masjid dihimpun bersama, kemudian disalurkan kepada masjid yang membutuhkan," ungkapnya.

Sumber: