BJB

PT ABM Akan Suplai Hasil Pertanian ke PT Daesang

PT ABM Akan Suplai Hasil Pertanian ke PT Daesang

Direktur Utama PT ABM, Asep Kurnia menunjukkan hasil MoU bersama Direktur Marketing PT Daesang Food Indonesia, Lim Byoungik di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (3/11).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) resmi menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan pangan global asal Korea Selatan, PT Daesang Food Indonesia.

Kemitraan ini ditandai de­ngan penandatanganan Me­mo­randum of Understanding (MoU) oleh Direktur Utama PT ABM, Asep Kurnia, dan saksikan langsung oleh Guber­nur Banten Andra Soni, di Gedung Negara Provinsi Ban­ten, Kota Serang, Selasa (3/11).

Kerjasama ini mencakup pa­sokan bahan baku hasil perta­nian lokal Banten hingga ren­cana investasi pem­bangun­an pabrik pengolahan pangan di Provinsi Banten.

Direktur Utama PT ABM, Asep Kurnia, mengatakan bah­wa dalam tahap awal ker­jasama ini, PT ABM ditargetkan untuk menyuplai bahan baku komoditas pertanian seperti cabai dan tomat, dengan target awal 4 ton per bulan.

"Kebutuhan Daesang Food Indonesia sebagai perusahaan internasional sangat besar, mencapai ratusan ton per bulan untuk pasar ekspor. Namun, untuk kuantitas pe­me­sanan minimum kami di­tar­getkan menyuplai 4 ton per bulan. Jumlah pasokan terse­but tentu akan terus meningkat seiring kesiapan produksi kita," katanya kepada awak media.

Kerjasama ini disepakati untuk jangka panjang dengan skenario evaluasi berkala per satu tahun guna memastikan target dan kualitas produksi tetap terpenuhi.

Selain berperan sebagai pe­nyerap (offtaker) hasil komo­ditas pertanian Banten, Dae­sang Group juga berkomitmen membawa investasi dan alih teknologi ke Provinsi Banten.

"Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp5 hingga Rp10 miliar untuk pembangunan pabrik pengolahan tahap awal. Mereka tidak hanya membeli bahan baku, tetapi juga men­transfer pengetahuan (transfer knowledge) serta teknologi pengolahan pangan ke Ban­ten," ujarnya.

PT ABM telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Selain membuka perkebunan cabai dan tomat mandiri, PT ABM juga berkolaborasi de­ngan berbagai dinas terkait di Provinsi Banten, seperti Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan.

Melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan, PT ABM akan melibatkan para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pertanian di Banten untuk diajak menanam dan memproduksi komoditas yang dibutuhkan.

"Ini merupakan penjajahan pertama PT ABM dengan Dae­sang Food Indonesia. Pro­s­peknya sangat besar kare­na tidak mudah menembus industri besar skala interna­sional. Kami berharap ke­mitra­an ini dapat mem­bang­kitkan ekosistem perta­nian di Banten serta meningkatkan kesejah­teraan para petani lokal," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Mar­keting PT Daesang Food Indo­nesia, Lim Byoungik, menu­turkan alasan pihaknya me­milih bekerja sama dengan PT ABM dan Banten. Menu­rutnya, kualitas komoditas bahan baku asal Banten sangat baik dan memenuhi standar yang dibutuhkan oleh industri mereka.

"Kami memilih Banten kare­na kualitas komoditasnya lebih baik. Bahan-bahan se­perti cabai, tomat, hingga gula aren akan diolah menjadi berbagai produk seperti pasta cabai, bubuk cabai, dan pasta tomat untuk dipasarkan," katanya. 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni, mengata­kan bahwa MOU ini meru­pakan yang pertama untuk PT ABM setelah perubahan dalam pengelolaan. Tujuan utama adalah untuk mengem­bangkan sektor agro di Banten agar memberikan manfaat bagi para petani. 

Sumber: