BJB

SDN Karang Tengah 5 Wujudkan Sekolah Aman

SDN Karang Tengah 5 Wujudkan Sekolah Aman

Kepala SDN Karang Tengah 5, Hafiah Lisda tengah berkomunikasi melakukan sosialisasi pencegahan perundungan terhadap peserta didiknya.(Abdul Aziz/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, KARANG TENGAH — SDN Karang Tengah 5, Kota Tange­rang menunjukkan komit­men kuat dalam menciptakan ling­kungan pendidikan yang inklusif, ramah anak, dan bebas dari kekerasan. Sekolah yang berlokasi di kawasan Rawa Kambing, Kecamatan Karang Tengah, ini menggen­carkan sosialisasi program pencegahan perundungan (bullying) secara intensif kepada para peserta didiknya. 

Kepala SDN Karang Tengah 5, Hafiah Lisda menegaskan, langkah ini diambil sebagai bentuk upaya preventif guna membentengi anak-anak dari dampak buruk perun­dungan, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis, yang kini kian rentan terjadi di lingkungan usia sekolah dasar.

“Kami tidak ingin terjadinya bullying atau perundungan terhadap siswa kami, maka itu kami selalu memberikan pengamanan terhadap anak-anak bentuk-bentuk perun­dungan,” ungkap Hafiah saat ditemui, Selasa, 3 November 2026.

Ia menyampaikan, pen­ce­gahan perundungan harus ditanamkan sejak dini agar anak-anak memahami batas­an dalam berinteraksi dengan teman sebaya. Menurutnya, pemahaman mengenai em­pati dan toleransi tidak cukup hanya diajarkan di dalam buku pelajaran, melainkan harus dipraktikkan dalam keseharian di lingkungan sekolah.

“Perundungan sekecil apa pun, baik itu ejekan verbal, pengucilan, maupun tin­dakan fisik, dapat meninggal­kan trauma mendalam bagi perkembangan mental anak,” tegas Hafiah. 

“Oleh karena itu, kami di SDN Karang Tengah 5 me­man­dang sosialisasi ini se­bagai fondasi utama untuk membangun karakter peserta didik yang saling menghar­gai,” sambungnya.

Ia menambahkan, program pencegahan perundungan ini dirancang dengan pen­dekatan yang edukatif, komu­nikatif, dan menyenangkan agar pesan-pesan moral yang disampaikan mudah dicerna oleh anak-anak tingkat seko­lah dasar tanpa membuat mereka merasa menghakimi.

Menurut Hafiah, pelaksa­naan sosialisasi di SDN Ka­rang Tengah 5 dikemas me­lalui berbagai kegiatan inte­raktif, seperti dialog terbuka antar guru dengan peserta didiknya secara langsung, pemutaran video edukatif pendek, serta dongeng atau cerita inspiratif tentang arti persahabatan. Melalui meto­de ini, para siswa diajak untuk mengenali bentuk-bentuk perundungan, termasuk cy­berbullying yang kini mulai merambah anak-anak akibat penggunaan gawai.

“Kita juga mengajarkan ba­gaimana cara melapor jika mereka mengalami perun­dungan atau melihat teman­nya mendapatkan tindakan tersebut,” katanya.

Selain menyasar para siswa, pihak sekolah juga menggan­deng para guru dan orang tua murid melalui komite sekolah. Hafiah menekankan, bahwa sekolah yang ramah anak tidak akan terwujud tanpa adanya sinergi yang kuat antara pihak pendidik di sekolah dan pengawasan keluarga di rumah.

“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk senan­tiasa mendampingi anak-anak dalam menggunakan teknologi serta membangun komunikasi yang terbuka di rumah. Guru di sekolah ada­lah orang tua kedua, namun peran keluarga tetap menjadi benteng utama pembentukan karakter anak,” imbuhnya.

Melalui masifnya kegiatan sosialisasi pencegahan pe­run­dungan ini, tambah Ha­fiah, SDN Karang Tengah 5 bertekad untuk terus menjaga atmosfer belajar yang kon­dusif. Ia ber­harap, sekolah benar-benar menjadi “rumah kedua” yang aman, nyaman, dan menye­nangkan bagi se­tiap peserta didik dalam menggali potensi akademis maupun non-aka­demis me­reka.

“Kita ingin sekolah kita me­­lahirkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cer­das secara intelektual, tetapi juga memiliki kecer­dasan emosional dan budi pekerti yang luhur,” pung­kasnya.(ziz)

Sumber: