Antisipasi Banjir, Bendungan Karet Cibanten Diperbaiki
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat meninjau perbaikan Bendungan Karet Cibanten di Kecamatan Kasemen, Senin (2/11).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat upaya antisipasi banjir melalui perbaikan Bendungan Karet Cibanten di Kecamatan Kasemen. Proyek yang dikerjakan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) tersebut mencakup pembenahan konstruksi bendung hingga pembangunan penyaring sampah.
Wali Kota Serang Budi Rustandi meninjau langsung lokasi pekerjaan pada Senin (2/11).
Ia mengatakan, perbaikan bendungan tersebut telah mendapat persetujuan pemerintah pusat dan menjadi bagian dari penanganan persoalan banjir di Kota Serang.
"Alhamdulillah sudah di-ACC dari pusat. Ini dalam rangka memperbaiki Bendungan Karet Cibanten," kata Budi.
Menurutnya, kondisi bendungan yang telah lama rusak perlu segera diperbaiki agar kembali berfungsi optimal. Selain pembenahan konstruksi, BBWSC3 juga akan membangun fasilitas penyaring sampah untuk menahan sampah yang terbawa aliran sungai.
"Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat untuk Kota Serang. Tentu saya pastikan ini sangat bermanfaat karena sudah lama rusak, dan alhamdulillah sudah dalam perbaikan," ujarnya.
Budi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Banten atas dukungan terhadap perbaikan infrastruktur tersebut.
"Terima kasih kepada Gubernur Banten Andra Soni dan Bapak Presiden Prabowo. Hari ini Kota Serang bisa merasakan perbaikan yang dilakukan dalam rangka menangani banjir di Kota Serang," katanya.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Air Tanah dan Air Baku (ATAB) I BBWSC3, Narda Dwizanu Permatasari, menjelaskan pekerjaan meliputi perbaikan lantai dan sayap bendung, penataan kawasan, rumah jaga, serta konstruksi bendung karet.
Ia mengatakan, bendung karet memiliki fungsi menjaga ketinggian muka air di bagian hulu untuk mendukung pemanfaatan air baku sekaligus membantu pengendalian banjir.
"Fungsi bendung karet itu sendiri selain untuk meningkatkan alokasi muka air di hulunya sebagai pemanfaatan air baku, juga untuk mengendalikan banjir," jelas Narda.
Menurutnya, infrastruktur tersebut dapat membantu mengatur aliran air ketika debit sungai meningkat. Pengoperasian bendung dilakukan untuk mengendalikan aliran dari hulu sehingga tidak terjadi aliran balik (backwater) yang berpotensi menyebabkan banjir.
Narda berharap seluruh pekerjaan dapat berjalan tanpa kendala dan selesai sesuai jadwal. Dalam keterangannya, ia menyebut target penyelesaian pekerjaan pada Desember, sedangkan proyek secara keseluruhan ditargetkan rampung dalam dua tahun ke depan. (ald)
Sumber:
