Puing Campur Sampah Terbakar, 8 Damkar Dikerahkan
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel berjibaku memadamkan api yang membakar tumpukan puing bercampur sampah di lahan kosong tak jauh dari Kantor Wali Kota Tangsel, Senin (2/11). Asap kebakaran merambah hingga kawasan permukiman. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SETU — Tumpukan puing bangunan bercampur sampah di lahan kosong tak jauh dari Kantor Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), tepatnya di RW 04, Kelurahan Serua, Kecamatan Setu, terbakar, Senin (2/11) sore. Tebalnya asap yang membumbung bahkan merambah kawasan permukiman warga, meski titik kebakaran berada cukup jauh dari rumah penduduk.
Untuk menjinakkan api, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel mengerahkan delapan unit mobil pemadam dengan kekuatan 32 personel. Proses pemadaman berlangsung sulit karena material yang terbakar tertimbun di bawah tumpukan puing setinggi sekitar empat meter.
Ketua RW 04 Kelurahan Serua, Saidi alias Dimong, mengatakan kebakaran mulai terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Lahan yang terbakar merupakan milik almarhum Sujarno. Sementara sebagian lahan di bagian depan yang berada di pinggir jalan telah menjadi milik Pemkot Tangsel.
“Ini kebakaran sampah. Sebenarnya yang dibuang harusnya puing, tidak boleh sampah. Tapi ternyata dicampur antara puing dan sampah,” ujar Dimong kepada Tangerang Ekspres, Senin (2/11).
Menurut dia, lokasi tersebut semula diperuntukkan sebagai tempat pembuangan puing bangunan. Namun, dalam praktiknya, sampah rumah tangga dan berbagai material lain justru ikut dibuang hingga bercampur dengan puing.
Dimong mengaku tidak mengetahui siapa pihak yang membuang sampah maupun material ke lokasi tersebut. Ia juga menegaskan tidak pernah mengeluarkan izin pembuangan sampah di lahan itu. Tumpukan material biasanya sudah menggunung tanpa diketahui siapa yang membawanya.
Terkait penyebab kebakaran, Dimong menduga api berasal dari pembakaran oleh orang tidak bertanggung jawab. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan karena belum diketahui siapa yang membakar tumpukan material tersebut.
“Kalau menurut saya, ada kemungkinan ada yang bakar. Cuma tidak ketahuan siapa yang membakar,” katanya.
Ia menyebut kebakaran serupa bukan kali pertama terjadi di lokasi tersebut. Kondisi tumpukan puing yang bercampur sampah dikhawatirkan memicu kejadian berulang, terlebih material yang menggunung mencapai sekitar empat meter.
Meski jarak lokasi kebakaran dengan permukiman cukup jauh, asap tebal tetap menjadi ancaman bagi warga karena menyebar hingga kawasan tempat tinggal.
“Ya, tetap bahaya karena asap ini sudah meluas ke permukiman. Walaupun lokasinya jauh dari permukiman, asapnya tetap merambah ke mana-mana,” ungkapnya.
Sementara itu, Danru Damkar Ciputat Timur, Rusdianto, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 14.30 WIB dan langsung bergerak ke lokasi. Material yang terbakar bukan hanya puing bangunan, melainkan juga kayu, tripleks, kardus, dan sampah lainnya.
“Kalau puing saja sebenarnya aman. Tapi ini ada sampah semua, campur kayu juga,” ujarnya di lokasi kebakaran.
Ia menjelaskan, proses pemadaman terkendala posisi api yang berada di bagian bawah tumpukan material. Kondisi tersebut membuat air sulit menjangkau sumber api sehingga petugas membutuhkan bantuan alat berat untuk mengurai timbunan.
Sumber:
