BJB

10 Calon Pimpinan BAZNAS Diajukan ke Pusat

10 Calon Pimpinan BAZNAS Diajukan ke Pusat

Para peserta calon pimpinan Baznas Kota Serang saat mengikuti tes CAT di MAN 2 Kota Serang, belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Tim Seleksi menetapkan 10 calon pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Serang yang lolos tahap wawancara. Nama-nama tersebut selan­jutnya diajukan ke BAZNAS RI untuk men­dapatkan pertimbangan sebagai bagian dari proses seleksi pimpinan BAZNAS Kota Serang periode 2026–2031.

Hasil seleksi tersebut diumumkan pada 12 Oktober 2026 setelah Tim Seleksi me­nyelesaikan tahapan wawancara terhadap 15 peserta yang sebelumnya dinyatakan lolos ke tahap tersebut.

Sepuluh peserta yang dinyatakan lolos yakni Noor Dwiantoro, Faridi, M. Johari, Tingkasman Abdul Karim, Dada Fatoni, Muhyidin Arif, Deni Rusli, La Ode Asraruddin Taufiq, Ahmad Zainudin, dan Sudirman.

Tim Seleksi BAZNAS Kota Serang, Yudi Suryadi, mengatakan penetapan 10 peserta tersebut merupakan hasil dari tahapan seleksi wawancara yang telah dilaksanakan.

“Nantinya yang dinyatakan lolos, selan­jutnya akan diajukan ke BAZNAS RI untuk mendapatkan pertimbangan sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku,” ujar Yudi, Selasa (13/10).

Sebelumnya, sebanyak 15 peserta mengikuti seleksi wawancara setelah dinyatakan lolos tahapan tes pengetahuan dasar dan penulisan makalah. Dalam proses wawancara, peserta dinilai oleh tim pe­wa­wancara sebelum dite­tapkan 10 nama untuk di­ajukan ke tingkat pusat.

Para peserta berasal dari latar belakang ulama, profe­sional, dan akademisi. Seleksi tersebut merupakan bagian dari proses penjaringan calon pimpinan BAZNAS Kota Se­rang untuk masa jabatan 2026–2031. Keputusan hasil seleksi dinyatakan final dan tidak dapat diganggu gugat.

Sementara itu, Wali Kota Serang Budi Rustandi berharap calon pimpinan BAZNAS yang nantinya terpilih mampu memahami visi dan misi pe­merintah daerah, terutama dalam mendukung program sosial serta meningkatkan manfaat pengelolaan zakat bagi masyarakat.

“Yang pertama, mereka ha­rus memahami visi dan misi saya dan Wakil Wali Kota Pak Agis, terutama dalam menun­jang program sosial,” kata Budi.

Budi juga menekankan pen­tingnya peningkatan peng­himpunan dana zakat, infak, dan sedekah melalui koor­dinasi dengan para donatur. Menurutnya, pengelolaan dana BAZNAS harus didukung program yang jelas, memiliki target, dan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (ald)

Sumber: