Sebanyak 66 Peserta Ikuti Lisensi Pelatih Futsal
LISENSI: Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (tengah) didampingi Plt. Ketua AFP Banten Awal Pasenggong dan Ketua AFK Tangsel Rudi Irawan foto bersama peserta lisensi pelatih futsal level nasional yang digelar oleh AFK Kota Tangsel.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Sebanyak 66 peserta mengikuti pelatihan lisensi pelatih futsal level nasional yang digelar perdana oleh pengurua baru Asosiasi Futsal Kota (AFK) Kota Tangsel.
Pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mendapatkan sertifikasi kepelatihan futsal level 1 (L1) yang memiliki legalitas dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Ketua AFK Tangsel Rudi Irawan mengatakan, kursus pelatih Futsal level nasional dilaksanakan Gedung Diklat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangsel di kawasan Serpong. "Kursus ini dilaksanakan dari 10 hingga 31 Oktobet 2026 namun, pelaksanaannya hanya setiap sabtu dan minggu saja," ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Sabtu (10/10).
Rudi menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari guru olahraga, guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), hingga masyarakat umum yang ingin memiliki kompetensi dan legalitas sebagai pelatih futsal.
Dalam pelatihan tersebut, instruktur dari PSSI turut memberikan materi kepada para peserta. Untuk saat ini, peserta yang mengikuti pelatihan masih didominasi dari wilayah Jabodetabek, dengan peserta terjauh berasal dari Depok.
Pelatihan lisensi L1 tersebut tidak hanya ditujukan bagi mereka yang ingin melatih di sekolah. Sertifikasi juga dapat menjadi legalitas bagi pelatih yang menangani klub futsal maupun kegiatan olahraga di masyarakat.
"Peruntukannya bisa buat di klub. Tujuan utamanya menciptakan anak-anak sejak dini berprestasi dalam olahraga, khususnya di dunia futsal," tambahnya.
Menurutnya, sertifikasi tersebut penting karena tidak sekadar menjadi bukti telah mengikuti pelatihan, tetapi menjadi legalitas bagi pelatih untuk menjalankan kegiatan kepelatihan di sekolah maupun klub.
"Jadi sertifikat ini bukan hanya untuk sertifikat saja, karena memang sekali untuk selamanya. Jadi untuk legalitas beliau di klub-klub yang ada, baik di sekolah ataupun di umum," jelasnya.
Pelatihan ini tidak diikuti oleh atlet. Seluruh peserta merupakan calon maupun pelatih yang ingin meningkatkan kompetensi dan memperoleh lisensi kepelatihan.
Pelatihan berlangsung sekitar 7 hari dengan materi teori dan praktik. Materi teori dilaksanakan di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Dinas Pendidikan, sedangkan praktik lapangan digelar di Lapangan Futsal Taruna, Gang Salak, Pamulang.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan, proses penerbitan legalitas dari PSSI diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.
Sertifikasi level 1 merupakan jenjang nasional. Sementara untuk jenjang yang lebih tinggi, peserta dapat melanjutkan ke level berikutnya sesuai dengan ketentuan dan persyaratan yang berlaku.
"Kegiatan ini diharapkan dapat memperbanyak tenaga pelatih futsal yang memiliki kompetensi dan legalitas, sehingga pembinaan atlet dapat dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini," tuturnya.
Sumber:
