BJB

Kekeringan Meluas, 1.172 KK di Tangsel Krisis Air

Kekeringan Meluas, 1.172 KK di Tangsel Krisis Air

Petugas gabungan mendistribusikan air bersih kepada masyarakat Kecamatan Serpong dan Setu yang terdampak kekeringan.(BPBD Tangsel For Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Kekeringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kian meluas. Hingga 29 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat 38 titik kekeringan tersebar di sembilan kelurahan. Krisis air bahkan mulai menyentuh sumber air warga, dengan sejumlah sumur dilaporkan tak lagi mengeluarkan air.

Data tersebut menunjukkan tekanan musim kemarau masih kuat di sejumlah wilayah Tangsel. Warga yang kehilangan sumber air bersih kini bergantung pada pasokan air yang didistribusikan pemerintah dan sejumlah pihak.

Penata Layanan Operasional Danton BPBD Kota Tangsel Dian Wiryawan mengatakan, puluhan titik tersebut merupakan hasil rekapitulasi penanganan bencana kekeringan selama periode 8 Juli hingga 29 September 2026.

“Update laporan rekapitulasi penanganan bencana kekeringan di Kota Tangsel periode 8 Juli 2026 sampai 29 September 2026, jumlah titik kekeringan ada 38 titik,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (29/9).

Sebaran terparah berada di Kecamatan Setu. Kelurahan Keranggan menjadi wilayah dengan titik kekeringan terbanyak, disusul Kademangan dan Muncul. Sementara satu titik lainnya tercatat di Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong.

Rinciannya, 16 titik berada di Keranggan, delapan titik di Kademangan, empat titik di Muncul, tiga titik di Buaran, masing-masing dua titik di Bakti Jaya dan Babakan, serta masing-masing satu titik di Lengkong Gudang, Serpong dan Setu.

Kekeringan tersebut berdampak terhadap 1.172 kepala keluarga. Kondisi itu membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan mendesak, terutama bagi warga yang sumber air rumah tangganya sudah terganggu.

BPBD Tangsel telah menggelontorkan 1.689.200 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Total air bersih yang kita distribusikan mencapai 1.689.200 liter,” kata Dian.

Distribusi air dilakukan dengan dukungan lintas instansi dan pihak swasta. Kendaraan serta personel dikerahkan dari Sinar Mas Land, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel, Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Tangsel, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tangsel.

Kolaborasi tersebut menjadi penopang distribusi air ke wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air akibat kekeringan.

Namun, penanganan belum berhenti. BPBD memastikan distribusi air bersih tetap berjalan selama musim kemarau masih berlangsung. Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan dan kebutuhan warga di lapangan.

“Dengan masih berlangsungnya musim kemarau, distribusi air bersih di sejumlah wilayah terdampak akan terus kami lakukan sesuai kebutuhan dan laporan masyarakat,” ujar Dian.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, pemerintah daerah bersama sejumlah pihak terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi warga terdampak.

Sumber: