BJB

Empat Halte BRT Tayo Dibedah, DPRD Soroti Armada dan Rute

Empat Halte BRT Tayo Dibedah, DPRD Soroti Armada dan Rute

Salah satu petugas tengah melakukan perbaikan Halte Bus Tanah Tinggi di Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Senin (28/9).--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Tangerang membenahi empat halte yang menjadi titik layanan Bus Rapid Transit (BRT) Tayo. Perbaikan menyasar fasilitas yang rusak hingga bekas vandalisme. Namun, pembenahan halte dinilai belum cukup. DPRD Kota Tangerang meminta pemerintah sekaligus mengevaluasi kapasitas armada dan efektivitas rute transportasi publik.

Empat halte yang kini mendapat perbaikan yakni Halte Stasiun Tanah Tinggi, Imigrasi, Pesanggarahan, dan Merdeka. Pemkot Tangerang memastikan pemeliharaan dilakukan untuk menjaga keamanan sekaligus kenyamanan penumpang, khususnya pengguna BRT Tayo Koridor 1 Terminal Poris Plawad-Jatake.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangerang Achmad Suhaely mengatakan, perbaikan merupakan bagian dari pemeliharaan rutin fasilitas transportasi publik. Pemerintah tidak hanya memperbaiki kerusakan, tetapi juga memastikan fasilitas penunjang tetap layak digunakan.

“Kami sedang menjalankan program perbaikan dan pemeliharaan rutin untuk memastikan semua fasilitas penunjang di halte-halte tadi bisa dinikmati masyarakat dengan nyaman,” kata Achmad, Senin (28/9).

Pembenahan meliputi atap, tempat duduk, penerangan, hingga pembersihan halte dari bekas aksi vandalisme. Perbaikan tersebut diharapkan membuat fasilitas transit lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Perbaikannya mencakup pembenahan fasilitas fisik mulai dari perbaikan atap, tempat duduk, penerangan, sampai pembersihan dari bekas aksi vandalisme sehingga kenyamanan serta keamanan penumpang transportasi publik di Kota Tangerang tetap terjamin,” ujarnya.

Achmad mengatakan, keberadaan halte yang layak menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan angkutan umum. Fasilitas yang nyaman diharapkan dapat mendorong masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan transportasi publik.

Pemkot menargetkan pekerjaan perbaikan rampung dalam beberapa hari. Selama proses pengerjaan, masyarakat diminta memahami adanya potensi gangguan sementara di lokasi halte.

“Selanjutnya, kami memastikan proses perbaikan ini akan berlangsung secepat mungkin sehingga bisa digunakan lagi dalam hitungan hari ke depan,” katanya.

Namun, persoalan transportasi publik di Kota Tangerang dinilai tidak cukup diselesaikan dengan membenahi infrastruktur halte. Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo mengatakan masih terdapat sejumlah halte yang kurang terawat dan membutuhkan perhatian berkelanjutan.

“Kalau halte perlu diperbaiki, karena saya lihat banyak halte yang tidak terawat dengan baik,” ujar Arief.

Selain fasilitas, kapasitas armada BRT Tayo juga menjadi sorotan. Arief mengatakan kepadatan penumpang pada jam sibuk menunjukkan perlunya evaluasi terhadap kapasitas layanan.

“Kalau kualitas pelayanan saya kira sudah cukup baik, cuma mungkin kapasitas. Terutama Si Tayo, di jam-jam sibuk itu cukup padat. Jadi mungkin kalau kapasitasnya ditambah bisa meningkatkan kenyamanan warga,” katanya.

Menurut Arief, evaluasi juga perlu menyentuh jaringan rute, terutama layanan Si Benteng. Pemerintah diminta secara berkala mengukur efektivitas setiap rute berdasarkan kebutuhan dan tingkat pemanfaatannya.

Sumber: