BJB

Sidak Pagi Wakil Wali Kota: ASN Tak Apel Langsung Dicari

Sidak Pagi Wakil Wali Kota: ASN Tak Apel Langsung Dicari

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menegur Kepala Bidang Kebudayaan, Supendi di depan lobi Al-Firdaus, Puspemkot Tangerang, Senin (31/8).--

 

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Halaman depan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang belum sepi saat Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan bergerak melakukan inspeksi mendadak, Senin (31/8) pagi. Maryono menyisir sejumlah ruangan untuk mencari langsung para ASN yang tidak hadir dalam apel gabungan.

Dalam Sidak tersebut, Maryono mendapati sejumlah pegawai tidak berada di dalam barisan organisasi perangkat daerah (OPD) masing-masing saat apel berlangsung. Ia kemudian meminta para pegawai tersebut untuk segera berbaris dan mengingatkan agar tidak mengulangi hal serupa pada apel berikutnya.

Berdasarkan pantauan, Maryono berkeliling di antara barisan peserta apel dari bagian belakang sembari memeriksa sejumlah sudut selasar Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang. Kemudian, ia berhenti di depan Kantor Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD). Dari balik kaca, ia melihat sejumlah ASN tengah berkumpul dan menunggu apel selesai.

Maryono kemudian meminta para pegawai tersebut untuk berbaris. Sejumlah pegawai yang didominasi perempuan tampak langsung berdiri dan berbaris, meski sebagian lainnya masih terlihat duduk.

“Jadi harus diingat, setiap Senin pukul 07.30 itu apel. Yang sakit, saya doakan semoga sembuh,” ujar Maryono.

 

Usai menegur para pegawai tersebut, Maryono kembali melanjutkan pengecekan ke bagian depan. Dari Lobi Firdaus, ia melihat seorang pegawai berdiri di luar barisan. Diketahui pegawai tersebut merupakan Kepala Bidang Kebudayaan, Supendi, tersebut kemudian menghampiri Maryono.

“Iya, Pak,” kata Supendi.

Maryono menanyakan “Mau ke mana ini?” tanya Maryono.

Supendi menjawab “Tadinya mau balik ke kantor, Pak, karena mikirnya sudah telat juga,” jawabnya.

Mendengar pengakuan tersebut, Maryono kembali mengingatkan Supendi mengenai pentingnya mengikuti apel.“Kalau Selasa kita berbudaya, maka Senin kita harus apel, ya,” ucap Maryono.

Supendi kembali menjawab “Siap, Pak,” jawab Supendi.

Setelah mendapat teguran, Supendi kemudian diizinkan kembali ke kantor. Kemudian, Maryono mengatakan kepada wartawan berdasarkan hasil pengecekan, hanya sebagian kecil pegawai yang tidak berada dalam barisan OPD masing-masing. Beberapa di antaranya diketahui terlambat, sementara lainnya sedang sakit.

“Ya ada beberapa dari 0,15 persen pegawai yang tidak masuk ke dalam jajaran barisan OPD-nya masing-masing. Setelah kita tanya, ada yang terlambat, ada yang sedang sakit, tapi kita patut menghargai mereka yang sudah berupaya hadir walaupun terlambat dari segi waktu. Mudah-mudahan minggu berikutnya tidak terlambat lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Maryono menegaskan, terdapat sanksi kepegawaian bagi ASN yang berulang kali tidak mengikuti apel.“Ada beberapa sanksi dari aturan kepegawaian. Manakala tidak mengikuti apel beberapa kali, nanti mendapatkan teguran tertulis dari BKPSDM,” tegasnya.

Menurutnya, kedisiplinan merupakan bagian dari tanggung jawab seluruh pegawai. Kewajiban mengikuti apel tidak hanya berlaku bagi ASN yang bekerja di Puspem Kota Tangerang, tetapi juga pegawai yang bertugas di OPD, kelurahan, kecamatan hingga puskesmas.

“Disiplin merupakan bagian dari tanggung jawab semua pegawai. Tidak hanya di Puspem mereka bekerja, di beberapa tempat OPD lain pun sama. Mau yang di OPD, maupun yang di kelurahan, kecamatan, puskesmas, semuanya tetap melakukan kegiatan yang sama, di mana pada hari Senin dilaksanakan apel gabungan,” jelasnya.

Ia menambahkan, ketentuan tersebut juga telah disampaikan oleh masing-masing kepala OPD kepada seluruh pegawai.“Dan tentunya, ini juga sudah disampaikan dari masing-masing kepala OPD-nya terhadap pegawai yang bersangkutan,” sambungnya.

Maryono juga menyampaikan tiga pesan yang menurutnya penting bagi seluruh pegawai dalam menjalankan tugas, yakni kecerdasan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

“Menurut saya kalau misalkan kita tidak pintar dan tidak cerdas, paling tidak kita disiplin. Kalau disiplin kita tidak bisa, paling tidak kita mau untuk bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang diamanahkan untuk kita,” katanya.

 

Ia melanjutkan, setiap pegawai juga harus menjaga hubungan baik dengan sesama, sekaligus meningkatkan hubungan spiritual dengan Tuhan.

“Kemudian yang ketiga, kalau kita tidak bisa bertanggung jawab, tidak bisa disiplin, baik terhadap sesama manusia atau sesama pegawai. Dan kalaupun tidak bisa baik terhadap sesama pegawai, ya baik kepada Tuhannya masing-masing, Allah SWT, sehingga hubungan kita tetap baik,” pungkasnya. (duy)

 

Sumber: