BJB

Penguatan Guru BK untuk Cegah Perundungan

Penguatan Guru BK untuk Cegah Perundungan

Kepala MAN 1 Serang Momon Andriwinata saat menyampaikan sambutan pada acara penguatan kapasitas bagi guru BK di MAN 1 Serang, Rabu (19/8). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) Provinsi Banten menggelar pe­nguat­an kapasitas bagi guru bim­­bingan dan konseling atau BK dalam pencegahan perundungan (bullying). 

Kegiatan tersebut dilaksanakan di MAN 1 Serang, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, dihadiri oleh seluruh guru BK Madrasah Aliyah Negeri (MAN) se-Provinsi Banten, Rabu (19/8). 

Kepala MAN 1 Serang Momon Andriwinata mengatakan, ke­giatan MGBK Provinsi Banten ini beker­jasama dengan Lembaga Pengab­dian Masyarakat Univer­sitas Ter­buka Serang yang me­la­kukan so­sialisasi anti bullying berbasis well-being dan nilai kurikulum cinta, yang dihadiri seluruh guru BK MAN se Provinsi Banten.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan guru BK dalam mendeteksi, menangani, dan mencegah kasus perundungan yang masih menjadi persoalan di dunia pendidikan.

"Materi yang disampaikan terkait pencegahan anti bullying, karena ini masih sa­ngat marak terjadi di ma­drasah aliyah. Peserta men­dapatkan materi terkait stra­tegi intervensi, pendekatan psikologis, serta penguatan peran sekolah, dalam mencip­takan lingkungan belajar yang aman dan nyaman," katanya kepada wartawan melalui telepon seluler.

Momon mengatakan, dalam upaya melakukan pencegahan terhadap bullying, MAN 1 Serang telah melakukannya sejak siswa baru masuk, melalui penerapan Masa Taaruf Murid Madrasah atau Mata Muda.

Di Mata Muda tersebut disam­paikan larangan ada bullying di sekolahnya. Kemu­dian para siswa ada interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru ataupun guru dengan guru.

"Kami juga menerapkan nilai-nilai akhlak, untuk se­nantiasa berakhlak baik ter­utama dalam hal berbicara, supaya tidak menyinggung, apalagi menjelek-jelekkan. Dengan cara seperti ini, kami bisa meminimalisir potensi bullying di sekolah, sejauh ini belum ditemukan kasus bullying di MAN 1 Serang," ujarnya.

Menurut Momon, bullying ini sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan mental anak menjadi lemah, yang akhirnya tidak mau bers­osialisasi hingga tidak mau bersekolah.

Terlebih sekarang ini berbe­da generasi sebetulnya zaman dahulu pun ada bullying namun saat itu dini­lainya hanya bercanda dan saling mengejek. Berbeda dengan anak zaman sekarang yang dinilainya mudah baperan.

"Karakter anak sekarang ini kan mudah baperan, dan interaksi mereka lebih banyak berselancar di media sosial, itu pengaruhnya luar biasa, karena mereka melihat video-video tidak pantas langsung dipraktekkan. Kemudian, kurang berinteraksi dengan sesama temannya sangat mempengaruhi psikologi, yang akhirnya anak mudah baper, suka menyendiri, dan lainnya," ucapnya. (agm)

Sumber: