Karang Taruna Banten Salurkan Bantuan Air Bersih
Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo, dan jajarannya menyalurkan bantuan air bersih di Kasemen, Kota Serang, Kamis (13/8). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pengurus Karang Taruna Provinsi Banten langsung menerjunkan puluhan ribu liter air bersih ke wilayah Kasemen, Kota Serang, Kamis (13/8). Penyaluran air bersih diberikan ke beberapa titik yang terdampak kemarau panjang.
Ketua Karang Taruna Provinsi Banten, Yudi Budi Wibowo menjelaskan pihaknya turun langsung menyalurkan bantuan puluhan ribu liter air bersih sebagai bagian dari rangkaian Bulan Bakti Karang Taruna. Adapun aksi sosial ini difokuskan di Kelurahan Bendung dan Kelurahan Babadan.
Dalam pelaksanaannya, pihaknya mengerahkan armada mobil tangki di beberapa titik lokasi untuk membantu meringankan beban masyarakat sekitar.
"Insyaallah doakan ini bisa jadi giat rutinitas Karang Taruna. Karena kita pahami memang juga ini musim kering," katanya usai menyalurkan.
Yudi menjelaskan, pihaknya telah berdiskusi dengan lurah setempat mengenai tantangan jangka panjang di wilayah tersebut, di mana sumur warga kerap menghasilkan air payau sehingga membutuhkan kedalaman hingga lebih dari 100 meter untuk mendapatkan air bersih.
"Karena airnya air payau dan lain sebagainya dan membutuhkan kedalaman sekitar 100 m lebih kalau bisa mendapatkan air yang bersih. Insyaallah kegiatan ini akan kita evaluasi, akan kita coba teruskan nantinya bisa jadi kegiatan rutin," tuturnya.
Dampak kekeringan ini dirasakan langsung oleh Mahfud, Ketua RT sekaligus warga Kampung Cibomo, Kelurahan Bendung. Menurutnya, krisis air sudah berlangsung selama lima bulan dan memaksa warga membeli air galon untuk keperluan memasak.
"Udah lama di sini enggak ada air. Udah lima bulanan lah, bantuan segini cukup. Bantuan ini untuk masak, kalau untuk mandi mah alhamdulillah masih ada meskipun asin, kebanyakan warga untuk masak biasanya beli galon," ungkapnya.
Senada dengan Mahfud, Juhriah, warga Kampung Babadan, Kelurahan Terumbu, menceritakan bahwa kesulitan air bersih sudah mereka rasakan sejak perayaan Iduladha lalu.
Untuk kebutuhan minum sehari-hari, ia terpaksa mengandalkan sumur bor milik tetangga karena air sumur di lingkungannya berasa asin.
"Kalau untuk mandi mah ada, cuma kalau kebutuhan masak kami minta ke tetangga. Alhamdulillah berkat bantuan ini kami bisa menyerok air bersih dalam beberapa hari ini," paparnya.
Sebelumnya, Krisis air bersih melanda delapan kelurahan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, selama musim kemarau. Menyusutnya debit Sungai Cibanten membuat sumur warga mengering, sebagian berubah menjadi payau, sehingga masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Delapan kelurahan yang terdampak yakni Bendung, Terumbu, Kilasah, Mesjid Priyayi, Kasunyatan, Warung Jaud, Sawah Luhur, dan Margaluyu. Kondisi tersebut telah berlangsung sejak Mei 2026 dan kini mulai mengganggu aktivitas masyarakat serta mengancam sektor pertanian akibat berkurangnya pasokan air irigasi.
Salah satu wilayah yang paling terdampak berada di Kampung Babadan, RT 006/RW 002, Kelurahan Terumbu. Warga setempat tidak lagi dapat memanfaatkan air sumur karena debitnya menyusut dan kualitas air berubah menjadi asin.
Sumber:

