Menutup Utang dan Kembali Bangkit (1)
--
TANGERANGEKSPRES.ID - Utang itu mengerikan. Tapi, tidak berutang, sering kali jauh lebih mengerikan bagi seorang pengusaha. Apalagi jika darah bisnisnya sedang mendidih untuk berlari.
Anda yang kebetulan sedang merintis usaha pasti tahu rasanya. Saat bisnis mulai merangkak naik. Pesanan datang bertubi-tubi. Grafik penjualan menanjak. Tapi masalah baru muncul: kapasitas produksi sudah mentok.
Harus beli mesin baru. Harus tambah gudang. Harus rekrut karyawan.
Pertanyaannya satu: Uangnya dari mana?
Pilihan pertama, seringkali adalah mengambil utang. Begitu tanda tangan, suntikan dana segar langsung masuk rekening. Mesin baru terbeli. Kapasitas naik dua lipat. Cita-cita ekspansi terwujud.
Tapi, ada harga yang harus dibayar mahal. Tiap bulan ada cicilan. Ada bunga atau margin yang mengejar. Tanggal jatuh tempo mendadak berubah menjadi hantu yang paling menakutkan di akhir bulan. Belum lagi risiko mematikan kalau pasar tiba-tiba lesu. Beban utang itu bisa langsung mencekik leher.
Dilema itu pula yang menggiring sekitar 500 pengusaha dari berbagai tanah air memadati Ballroom Hotel Shangri-La Surabaya, Kamis pagi, 13 Agustus 2026. Mereka tafakur mendengarkan talk show bertajuk Dilema Pengusaha: Berutang Tambah Beban, Tidak Berutang Tidak Berkembang. Yang digelar oleh Keluarga Besar SyaREA World bersama Harian Disway.
Sejak pagi, ratusan pengusaha dari berbagai sektor itu mengelola Problemnya pun macam-macam. Ada yang sukses tanpa dibebani utang. Tapi banyak juga sedang berjuang keras menutup utang. Di tengah dunia usaha yang sedang baik-baik saja saat ini.
Di balik kebimbangan para pengusaha itu, Founder Disway Group Dahlan Iskan memecah ketegangan. ”Sekarang kita akan tampilkan orang-orang yang pernah musyrik. Beliau akan buka-bukaan di sini,” ucap Dahlan yang disambut tawa ratusan peserta.
Sumber:

