BJB

477 KK di Balaraja Alami Krisis Air Bersih

477 KK di Balaraja Alami Krisis Air Bersih

DISTRIBUSI AIR: BPBD Kabupaten Tangerang distribusi air bersih kepada warga terdampak musim kemarau.(Asep/Tangerang Ekspes)--

TANGERANGEKSPRES.ID, BALARAJA — Sebanyak 477 kepala keluarga (KK) di Kecamatan Balaraja mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih akibat kemarau ekstrim. Berdasarkan hasil pendataan, ada dua desa yang kesulitan air bersih, yaitu Desa Saga dan Desa Talagasari. 

Di Desa Saga, sebanyak 307 KK mengalami krisis air bersih. Rinciannya, 77 KK di Kampung Kepuh RT 007/003 yang telah mendapatkan penanganan awal dari BPBD, 105 KK di Kampung Pekong RT 008/001, serta 125 KK di Kampung Saga RT 002/003.

Sementara itu, di Desa Talagasari terdapat 170 KK yang terdampak. Mereka tersebar di Kampung Cariu RT 002/001 sebanyak 40 KK, RT 004/001 sebanyak 30 KK, RT 005/001 sebanyak 40 KK, Kampung Talaga RT 005/002 sebanyak 10 KK, dan RT 002/002 sebanyak 50 KK.

Sedangkan tujuh wilayah lainnya di Kecamatan Balaraja, yakni Desa Sentul Jaya, Gembong, Sukamurni, Cangkudu, Tobat, Sentul, serta Kelurahan Balaraja, dilaporkan masih dalam kondisi aman dan belum mengalami krisis air bersih.

Camat Balaraja, Willy Patria, mengatakan kekeringan yang terjadi mulai berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat. Pihak kecamatan telah melakukan pendataan di sejumlah titik terdampak sebagai dasar percepatan penyaluran bantuan air bersih. “Seiring kondisi musim kemarau yang masih melanda wilayah Kecamatan Balaraja, dampaknya kian meluas sehingga warga masyarakat mengalami kesulitan air bersih. Kami telah mendata titik-titik lokasi terdampak untuk segera mendapatkan penanganan,” ujar Willy, Senin (3/8).

Mengantisipasi dampak kekeringan yang lebih luas, Pemerintah Kecamatan Balaraja juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait seperti, Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman (DPPP), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Tangerang.”Melalui koordinasi lintas sektor tersebut,  kami berharap distribusi air bersih bagi warga terdampak dapat segera direalisasikan secara berkelanjutan sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung,” katanya. 

Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid menjelaskan, sebagai penanganan jangka pendek pihaknya akan terus mendistribusikan air bersih melalui Perumda Tirta Kerta Raharja. Hal tersebut agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau. 

Sedangkan untuk jangka panjang, kata dia, Pemkab Tangerang akan berkolaborasi dengan Pemprov Banten untuk membangun sumur bor agar masyarakat bisa mendapatkan air bersih. “Nantinya ada pembangunan toren dan pengeboran sumur yang dikerjakan bersama agar tidak tumpang tindih. Yang paling penting, kebutuhan air bersih masyarakat dapat segera teratasi,” katanya. 

Dampak musim kemarau makin meluas di Kabupaten Tangerang. Awal Agustus ribuan warga sudah minta kiriman air bersih dari BPBD Kabupaten Tangerang. 

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik menjelaskan, distribusi air bersih kepada warga terdampak musim kemarau terus dilakukan. Ia terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa serta kelurahan untuk monitoring kekeringan. 

Data dari laporan harian BPBD Kabupaten Tangerang hingga awal Agustus distribusi air bersih sudah dilakukan ke delapan titik. Yakni, Kecamatan Panongan, Sepatan Timur, Tigaraksa, Pagedangan, Kosambi, dan Kronjo. “Kita terus pantau kekeringan di beberapa wilayah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan. Hingga sekarang masih terus kita kirimkan air bersih kepada warga,” jelasnya, Senin (3/8).

Masih dalam data, bantuan air bersih disalurkan kepada 120 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa  di Kelurahan Serdang Kulon, Kecamatan Panongan. Lalu, ada 297 kepala keluarga atau 420 jiwa di Desa Kelor, Kecamatan Sepatan Timur. Kemudian, ada 305 kepala keluarga atau 915 jiwa di Desa Margasari, Kecamatan Tigaraksa. Serta 550 kepala keluarga atau sedikitnya sekitar 1.000 jiwa di Desa Karang Tengah, Kecamatan Pagedangan. Termasuk di Kelurahan Kosambi Barat, Kecamatan Kosambi.

Di wilayah Kecamatan Kronjo, bantuan diberikan kepada warga di Desa Muncung sebanyak 200 kepala keluarga atau 500 jiwa, Desa Kronjo sebanyak 112 kepala keluarga atau 310 jiwa, Desa Pagedangan Udik sebanyak 85 kepala keluarga atau 201 jiwa dan 200 kepala keluarga atau 500 jiwa, serta kepada 120 kepala keluarga dengan 800 jiwa di Desa Peusar, Kecamatan Panongan.”Gunakan air bersih secara bijak dan segera melaporkan bila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,” katanya.(dan-sep)

Sumber: