Kades Kampung Melayu Timur Wujudkan Desa Mandiri
TANAM JAGUNG: Pemdes Kampung Melayu Timur melakukan penanaman bibit jagung sebagai salah satu upaya memperkuat ketahanan pangan bagi warga. -Randy Yasetiawan/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TELUKNAGA — Pemerintah Desa Kampung Melayu Timur, Kecamatan Teluknaga, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui program penanaman jagung yang dikelola oleh BUMDes Melati Jaya. Program ini menjadi salah satu langkah strategis desa dalam memperkuat ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia serta didukung semangat gotong royong warga, program ketahanan pangan tersebut dijalankan secara bertahap, mulai dari persiapan lahan, pengolahan tanah, hingga proses penanaman jagung. Seluruh tahapan dilakukan secara terencana dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan agar hasil yang diperoleh dapat berkelanjutan.
Kepala Desa Kampung Melayu Timur, Jamaludin, mengatakan bahwa ketahanan pangan harus dimulai dari desa. Menurutnya, desa memiliki potensi besar untuk menjadi penopang ketahanan pangan daerah apabila sumber daya yang dimiliki dapat dikelola secara optimal.
"Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah, tetapi harus dimulai dari desa. Kami ingin membuktikan bahwa Desa Kampung Melayu Timur mampu berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan melalui pengembangan sektor pertanian yang dikelola bersama masyarakat dan BUMDes," ujar Jamaludin kepada Tangerang Ekspres, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, penanaman jagung dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang baik serta mudah dibudidayakan sesuai dengan kondisi lahan di wilayah Desa Kampung Melayu Timur. Selain itu, hasil panen nantinya diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi sumber pendapatan baru bagi desa.
"Kami ingin BUMDes Melati Jaya menjadi motor penggerak perekonomian desa. Melalui program ini, masyarakat tidak hanya diajak menanam, tetapi juga diberikan kesempatan untuk ikut merasakan manfaat ekonomi dari hasil pertanian. Inilah bentuk pemberdayaan masyarakat yang sesungguhnya," katanya.
Jamaludin menambahkan, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari banyaknya hasil panen, tetapi juga dari tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk kembali memanfaatkan lahan produktif yang selama ini belum tergarap secara maksimal.
"Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa lahan yang dimiliki bisa menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan baik. Dengan menanam, kita bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memperkuat ekonomi desa," ungkapnya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari semangat kebersamaan seluruh elemen masyarakat yang terus menjaga budaya gotong royong dalam setiap proses pelaksanaannya.
"Semangat gotong royong menjadi modal utama kami. Pemerintah desa, BUMDes, kelompok tani, hingga masyarakat saling bahu-membahu agar program ini berjalan dengan baik. Kami ingin membangun desa yang mandiri, kuat, dan mampu menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan," tuturnya.
Lebih lanjut, Jamaludin berharap program penanaman jagung ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam mengembangkan potensi pertanian sebagai sektor unggulan.
"Kami optimistis jika desa mampu mandiri dalam bidang pangan, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat. Ketahanan pangan adalah investasi jangka panjang yang manfaatnya akan dirasakan oleh generasi mendatang. Karena itu, kami akan terus mengembangkan program ini agar semakin luas dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat Desa Kampung Melayu Timur," tutupnya. (ran)
Sumber:

