SMP Al Mujahidin Pamulang Ciptakan MPLS Ramah dan Menyenangkan
Kepala SMP Islam Al Mujahidin Pamulang, Maman Syaifurahman memberikan materi saat MPLS tahun ajaran 2026/2027.-Dok. SMP Islam Al Mujahidin Pamulang -
TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — SMP Islam Al Mujahidin Pamulang menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi 68 siswa baru tahun ajaran 2026/2027. Kegiatan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026, sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan.
Kepala SMP Islam Al Mujahidin Pamulang Maman Syaifurahman mengatakan, MPLS merupakan kegiatan untuk mengenalkan siswa baru terhadap lingkungan sekolah, mulai dari guru, teman sekelas, budaya sekolah hingga berbagai aturan yang akan dijalani selama menempuh pendidikan.
"MPLS adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Anak-anak dikenalkan dengan lingkungan sekolah, guru, teman baru, budaya sekolah, serta berbagai kebiasaan positif yang akan diterapkan," ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Rabu (15/7).
Selain pengenalan lingkungan sekolah, para siswa juga mendapatkan pembinaan mengenai tujuh kebiasaan baik anak Indonesia, seperti bangun pagi, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, belajar dengan disiplin, hingga membangun kepedulian sosial.
Materi lain yang diberikan meliputi etika bermedia sosial, pergaulan remaja, serta bahaya penyalahgunaan narkoba. Untuk materi tertentu, sekolah menghadirkan narasumber dari luar sesuai bidang keahliannya.
"Kalau materinya membutuhkan narasumber khusus, seperti tentang bahaya narkoba, kami mengundang instansi terkait. Ada juga keterlibatan OSIS dalam mendampingi kegiatan," jelasnya.
Menurutnya, pelaksanaan MPLS di SMP Islam Al Mujahidin tidak mengenal praktik perpeloncoan maupun senioritas. "Di sekolah kami tidak ada istilah senioritas atau perpeloncoan. Semua siswa diperlakukan sama. Justru yang kami bangun adalah suasana belajar yang menyenangkan dan saling menghargai," tambahnya.
Menurutnya, budaya sekolah lebih menekankan pada pembentukan karakter religius melalui kegiatan tadarus Al Quran dan hafalan. Karena itu, tidak ada ruang bagi budaya senioritas di lingkungan sekolah.
"Kami ingin MPLS menjadi kegiatan yang membahagiakan. Ada permainan, kegiatan interaktif, dan pengenalan sekolah yang membuat anak-anak merasa nyaman sebelum memasuki proses belajar," jelasnya.
Rencananya, kegiatan belajar mengajar secara efektif akan dimulai pada 20 Juli 2026. Untuk memberikan suasana belajar yang lebih kondusif, 68 siswa baru tersebut akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar.
"Awalnya kami merencanakan dua kelas, tetapi dengan jumlah 68 siswa kemungkinan akan dibagi menjadi tiga kelas agar jumlah siswa di setiap kelas lebih ideal dan proses pembelajaran lebih nyaman," tutupnya. (bud/esa)
Sumber:

