Aktivasi IKD Baru Tercapai 5,89 Persen
Petugas Disdukcapil Kota Tangerang melakukan aktivasi IKD di SMPN 6 Kota Tangerang, belum lama ini.-Medsos Didukcapil Kota Tangerang -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Hingga pertengahan tahun ini, jumlah warga yang telah mengaktifkan IKD masih mencapai 5,98 persen atau sekitar 86 ribu orang dari total penduduk yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tangerang, Rizal Ridolloh, mengatakan capaian tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat target aktivasi IKD yang ditetapkan pemerintah pusat mencapai 20 persen dari jumlah penduduk yang telah melakukan perekaman KTP elektronik.
Ia menjelaskan, jumlah penduduk Kota Tangerang yang telah melakukan perekaman KTP elektronik mencapai sekitar 1.440.963 orang. Namun, dari jumlah tersebut baru 86.161 warga yang sudah melakukan aktivasi IKD.
"Yang sudah IKD itu baru di 86.000-an. Kalau dipersentasekan baru 5 persen, hampir 6 persen yang sudah mengaktivasi IKD," ujarnya saat diwawancarai TANGERANGEKSPRES.ID, Kamis (9/7).
Menurutnya, target 20 persen tersebut bukan dihitung berdasarkan jumlah penduduk keseluruhan Kota Tangerang, melainkan berdasarkan jumlah warga yang sudah melakukan perekaman KTP elektronik.
Rizal menyebut jumlah penduduk Kota Tangerang saat ini mencapai sekitar 1.976.599 jiwa. Meski demikian, tidak seluruhnya menjadi sasaran aktivasi IKD karena masih terdapat warga yang belum masuk kategori wajib memiliki KTP.
Ia optimistis target tersebut masih dapat dikejar hingga akhir tahun melalui berbagai strategi yang telah disiapkan, salah satunya dengan memperbanyak layanan jemput bola kepada masyarakat.
"Ya mudah-mudahan tercapai akhir tahun. Sekarang baru 5 persen, jadi tinggal cari 15 persen lagi," katanya.
Untuk mempercepat pencapaian target, kata dia, Disdukcapil Kota Tangerang membagi tanggung jawab kepada seluruh unsur di dalam organisasi, mulai dari sekretariat hingga tiga bidang teknis pelayanan.
Ia mengatakan setiap bagian diberikan target masing-masing agar proses aktivasi IKD dapat berjalan lebih maksimal dan terukur. "Kita bagi empat. Masing-masing saya kasih target 5 persen. Silakan mereka mau melakukan kegiatan apa saja, yang penting targetnya tercapai," jelasnya.
Selain membuka layanan aktivasi di kantor Disdukcapil, pihaknya juga memperluas jangkauan melalui berbagai kegiatan masyarakat. Petugas disiapkan untuk membuka layanan aktivasi IKD di sejumlah agenda publik.
Dikatakan Rizal, beberapa kegiatan yang menjadi lokasi layanan aktivasi IKD antara lain Car Free Day, Job Fair, Festival Cisadane, hingga berbagai kegiatan pelayanan publik lainnya.
Tidak hanya mengandalkan dinas, Disdukcapil juga melibatkan perangkat wilayah seperti camat dan lurah untuk membantu meningkatkan jumlah masyarakat yang melakukan aktivasi IKD.
Sumber:

