BJB

Wisatawan Asal Jakarta Tewas Tenggelam

Wisatawan Asal Jakarta Tewas Tenggelam

Tim SAR Gabungan mengevakuasi wisatawan yang ditemukan meninggal akibat terseret ombak pantai selatan Lebak, Senin (29/6). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Putra (22), warga Jalan Praja Dalam G1 RW 05, Kebayoran Lama, Jakarta Sela­tan yang tenggelam dua hari lalu terseret ombak pantai pasir putih, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak dalam keadaan meninggal dunia, Minggu (28/6) sore. 

"Iya, sebelumnya korban dilapor­kan terseret arus saat berwisata di Pantai Cihara bersama rekannya, Bilal (18) yang berhasil diselamat­kan oleh petugas penjaga pantai," kata Rizky Dwianto, Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, melalui sambungan telepon, Senin (29/6).

Menurut Rizky, selama dua hari, tim SAR gabungan melaksanakan pencarian, dengan menyisir secara visual melalui jalur darat ke arah barat dari Pantai Pasir Putih hingga Pantai Nelayan Sukahujan, sejauh sekitar lima kilometer dari lokasi kejadian, serta ke arah timur dari Pantai Pasir Putih hingga Pantai Cihara dengan jarak yang sama. Upaya tersebut akhirnya mem­buahkan hasil Minggu pukul 17.05 WIB, tim SAR gabungan mene­mukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada koordinat 6°50'47.16" LS dan 106°04'09.22" BT, atau sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

"Korban kita dievakuasi dan diserahterimakan kepada pihak keluarga sebelum dibawa ke RSUD Malingping untuk penanganan lebih lanjut," ujarnya.

Lanjut dia, dalam operasi penca­rian yang melibatkan berbagai unsur, di antaranya Unit Siaga SAR Lebak, BPBD, PMI Cihara, Koordinator Pokdarwis Ke­camatan Cihara, Polsek Pang­garangan-Cihara, Unit Kodim, serta Peme­rintah Desa Cihara, Tim SAR didu­kung berbagai peralatan se­perti Rescue Car, Rubber Boat, peralatan SAR air, peralatan ko­munikasi, peralatan medis, serta perlengkapan pen­dukung lainnya.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewas­padaan saat beraktivitas di kawasan pantai, khususnya ketika kondisi gelombang dan arus laut berpo­tensi membahayakan, serta me­matuhi setiap imbauan kese­lamatan dari petugas di lapangan," tutur Rizky.

Erwin, Ketua Balawista Lebak mengaku, pihaknya selalu aktif memberikan arahan dan pe­ringat­an kepada pengunjung pantai. Namun, kata Erwin, memang ada saja wisatawan yang bandel tidak mengindahkan peringatan petugas, yang pada akhirnya merugikan mereka sendiri.

"Kita selalu aktif memberikan arahan dan peringatan, karena pantai laut selatan gelombangnya cukup ganas," ucapnya.(fad)

Sumber: