Festival Anyer Panarukan Bakal Digelar Empat Bulan
Kepala Disporapar Kabupaten Serang Anas Dwi Satya Prasadya, saat diwawancarai wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Senin (15/6). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, bekerjasama dengan Pemkab Situbondo, Provinsi Jawa Timur, bakal mengadakan festival Anyer Panarukan yang rencananya dilaksanakan selama empat bulan, mulai Juli hingga Oktober 2026.
Festival dilaksanakan di masing-masing wilayah, untuk di Kabupaten Serang akan dilaksanakan di Kecamatan Anyar, tepatnya di titik nol kilometer menara mercusuar. Sedangkan Kabupaten Situbondo dilaksanakan di titik terakhir 1.000 kilometer tepatnya di Kecamatan Panarukan.
Pemkab Serang akan menyiapkan sebanyak 700 penari asal Kabupaten Serang, yang akan tampil untuk memeriahkan Festival Anyer Panarukan, dengan mempersembahkan berbagai macam tarian tradisional khas Kabupaten Serang.
Diketahui, Anyer Panarukan merupakan sebuah jalan yang dibangun pada masa kolonial Belanda lebih tepatnya di zaman Daendels sepanjang 1.000 kilometer yang bertujuan untuk menghubungkan antara Jawa Barat dan Jawa Timur.
Festival dilaksanakan sebagai program tahunan berskala nasional untuk mengenang sejarah atas pembangunan jalan Anyer Panarukan.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwi Satya Prasadya mengatakan, rapat bersama dengan Pemkab Situbondo sudah dilakukan, yang hasilnya akan dilakukan penandatanganan MoU dulu sebelum pelaksanaannya dimulai.
MoU akan dilakukan di Jakarta akhir Juni yang dihadiri oleh kementerian terkait, diharapkan tidak ada kendala dalam pelaksanaannya.
"Insya Allah Minggu depan kita MoU dengan Pemkab Situbondo. Dalam MoU ini pelaksanaan Festival Anyer Panarukan, fokus wisatanya lalu UMKM, kebudayaan, dan sebaran informasinya. Maka Festival ini akan melibatkan, Diskominfo, Diskoumperindag, Dindikbud," katanya saat ditemui di bilangan Pemkab Serang, Senin (15/6).
Anas mengatakan, rangkaian kegiatan acaranya akan disusun setelah proses MoU selesai, yang pasti dilaksanakan selama empat bulan mulai Juli hingga Oktober.
Festival Anyer Panarukan bertujuan untuk menghidupkan wisata sejarah dan budaya Jalur Daendles, serta mempromosikan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
"Awalnya kita ingin tepat satu Muharram Juni ini mulai pelaksanaan, tapi diundur yang akhirnya ya Juli dimulai sampai Oktober nanti puncak acara. Kita ingin membangun image tentang sejarah di masyarakat soal jalan Anyer Panarukan, punya nilai-nilai historis yang harus dijaga dan dirawat untuk terus dilestarikan," ujarnya.
Dikatakan Anas, Festival Anyer Panarukan akan diselenggarakan di Menara Mercusuar Anyer, dan beberapa lokasi pantai lainnya, sedangkan untuk Kabupaten Situbondo dilaksanakan di titik akhir 1.000 kilometer.
Kata Anas, ada berbagai acara yang dilaksanakan salah satunya tarian massal yang diikuti kurang lebih 700 penari, dari berbagai macam sanggar budaya di Kabupaten Serang.
"Penari ini asal Kabupaten Serang, mereka akan menampilkan tarian khas Serang seperti Tari Bendrong Lesung, Tari Walijamaliha, Tari Ringkang Jawari, Tari Marhaban, dan lainnya," ujarnya. (agm)
Sumber:


