Bekas Galian Pipa dan Kabel Bikin Jalan Rusak
Proyek galian pemasangan pipa PDAM Tirta Benteng di Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Karawaci.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Banyaknya ruas jalan rusak akibat bekas galian pemasangan pipa PDAM maupun jaringan kabel. Kerusakan ruas jalan tersebut dikeluhkan warga lantaran dinilai membahayakan bagi pengendara.
Seperti di Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Dipatiunus Cibodas dan Jalan Imam Bonjol Karawaci. Saat ini tengah berlangsung pemasangan pipa. Namun di beberapa ruas jalan bekas galian Pipa tersebut hingga kini belum juga diperbaiki.
Salah seorang Warga Cibodas, Aji mengungkapkan, di ruas tersebut cukup padat dilintasi pengendara. Terlebih pada jam sibuk. Tak heran, pasca diguyur hujan jalan tersebut licin kerap mengakibatkan terjadi kecelakaan pengendara sepeda motor.
"Pemerintah gencar melakukan pembangunan jalan untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara, jangan diabaikan pasca galian pipa harus segera diperbaiki, dikembalikan seperti semula," kata Aji.
Dia menambahkan, banyak infrastruktur jalan rusak akibat proyek galian pemasangan pipa maupun kabel. Seharusnya perusahaan-perusahaan tersebut pasca pemasangan segera melakukan peralihan kembali dengan melakukan betonisasi bekas galian.
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN), Adib Miftahul juga menyoroti banyaknya bekas galian pipa yang tidak segera diperbaiki.
Dia mengaku seperti warga lainnya. Ia mengeluhkan adanya bekas galian pemasangan pipa maupun kabel di ruas jalan.
"Perusahaan itu merasa menyambung pipa atau pemasangan kabel demi kepentingan publik. Jadi mereka seenaknya. Akhirnya membuat macet, bahkan menjadi penyebab kecelakaan," kata Adib, Jumat (15/5).
Adib menegaskan, masalah-masalah seperti itu harus segera diselesaikan. Menurutnya, pihak perusahaan, pemerintah dan pihak kontraktor seharusnya membuat komitmen bersama sebelum proyek dilaksanakan.
Lebih lanjut, ia meminta kepada pemerintah untuk memperketat perizinan galian di ruas jalan tersebut kepada para kontraktor.
"PDAM TB juga sama, jangan merasa sudah punya proyek dikerjakan orang lain lagi tapi tidak ada proses pengawasan. Ini gak boleh juga," ujar Adib.
Adib juga mendesak PDAM Tirta Benteng Kota Tangerang harus lebih selektif terhadap kontraktor. "Tidak asal tunjuk kontraktor, asal-asalan gitu. Harus jelas dalam pengerjaan proyek galian di bahu-bahu jalan selama ini," tegasnya.
"Jadi verifikasi atau penilaian manajemen kontrak ini penting menurut saya. Biar kontraktor-kontraktor itu betul-betul siap dan profesional begitu," sambungnya.
Adib menilai, selama ini para kontraktor tidak membuat perhitungan taktis, berapa kerugian publik ketika jalanan macet akibat adanya galian-galian tersebut.
Sumber:
