BJB FEBRUARI 2026

SDN Cipadu 2 Manfaatkan IFP Agar Siswa Lebih Interaktif dan Kreatif

SDN Cipadu 2 Manfaatkan IFP Agar Siswa Lebih Interaktif dan Kreatif

KBM: Siswa-siswi SDN Cipadu 2 saat belajar menggunakan layar digital.(Dhuyuf/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LARANGAN — Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di lingkungan SDN Cipadu 2 se­makin memperkuat transfor­masi pembelajaran digital di sekolah dasar. Perangkat tek­nologi ini kini menjadi bagian penting dalam kegiatan belajar mengajar di kelas.

Kepala SDN Cipadu 2, Suryani, menjelaskan penggunaan IFP merupakan salah satu langkah sekolah dalam menyesuaikan pembelajaran dengan perkem­bangan teknologi. Menurutnya, siswa saat ini membutuhkan metode belajar yang visual, dinamis, dan melibatkan parti­sipasi aktif.

“Pemanfaatan IFP ini menjadi salah satu upaya kami untuk meningkatkan kualitas pem­belajaran di kelas. Anak-anak sekarang sangat dekat dengan teknologi, sehingga kami perlu menghadirkan media belajar yang sesuai dengan perkem­bangan zaman,” ujar Suryani, Senin (11/5).

Ia menambahkan, penggu­naan IFP membuat proses pe­nyampaian materi menjadi lebih jelas dan menarik. Guru dapat menampilkan video, gambar, animasi, hingga latihan interaktif secara langsung di layar.

“Dengan IFP, guru tidak lagi hanya mengandalkan papan tulis biasa. Materi bisa ditam­pilkan dalam bentuk visual yang lebih hidup, sehingga siswa lebih mudah memahami konsep pelajaran,” katanya.

Menurut Suryani, perubahan ini juga berdampak pada pe­ningkatan motivasi belajar sis­wa. Anak-anak terlihat lebih antusias dan aktif berpartisipasi selama pembelajaran berlang­sung.

“Ketika pembelajaran meng­gu­nakan IFP, siswa terlihat lebih fokus, berani bertanya, dan lebih cepat merespons materi yang diberikan. Ini menun­jukkan bahwa teknologi mampu meningkatkan keterlibat­an mereka di kelas,” jelasnya.

Tidak hanya untuk penyam­paian materi, IFP juga diman­faatkan untuk kegiatan evaluasi dan latihan soal. Guru dapat membuat kuis interaktif yang dapat langsung dikerjakan siswa secara bersama-sama.

“Evaluasi pembelajaran jadi lebih menyenangkan. Anak-anak merasa seperti bermain, padahal mereka sedang me­ngerjakan soal dan memahami materi,” ungkapnya.

Dikatakan Suryani, selain me­ningkatkan kualitas pembe­lajaran siswa, pemanfaatan IFP juga mendorong guru untuk terus berinovasi dalam metode mengajar. Guru dituntut lebih kreatif dalam menyusun materi digital yang menarik.

“Guru menjadi lebih semangat belajar teknologi. Kami saling berbagi pengalaman dan pe­latihan agar penggunaan IFP bisa maksimal di setiap kelas,” tuturnya.

Ia berharap ke depan, peman­faatan teknologi di sekolah dapat terus berkem­bang dan memberikan dampak positif bagi siswa. Menurutnya, pem­belajaran berbasis tek­nologi adalah kebutuhan yang tidak bisa dihindari.

“Kami berharap penggunaan IFP dapat terus mendukung terciptanya pembelajaran yang inovatif, menyenangkan, dan mampu mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.(duy)

Sumber: