BJB FEBRUARI 2026

Jelang Idul Adha, Harga Kambing dan Sapi Naik

Jelang Idul Adha, Harga Kambing dan Sapi Naik

Pegawai Padepokan Gelihat Masa Tuaku menunjukan seekor sapi yang telah dipesan masyarakat untuk kurban saat Idul Adha 2026 mendatang.-Dok. Padepokan Gelihat Masa Tuaku For Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga hewan kurban di sejumlah wilayah mulai mengalami kenaikan. Kenaikan paling signifikan terjadi pada jenis sapi limosin yang disebut melonjak hingga jutaan rupiah per ekor dibanding tahun lalu.

Pendiri Padepokan Geliat Masa Tuaku, Muksin mengatakan, kenaikan harga hewan kurban menjelang Idul Adha merupakan hal yang lumrah karena meningkatnya permintaan masyarakat. 

“Kalau harga domba sama kambing itu naiknya standar. Misalnya harga normal Rp3 juta, sekarang paling naik jadi Rp3,1 juta sampai Rp3,2 juta,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Minggu (10/5).

Menurutnya, harga sapi Bali sejauh ini juga masih relatif stabil. Kenaikannya hanya sekitar Rp2 ribu per kilogram dibanding hari biasa. Namun berbeda dengan sapi limosin yang mengalami lonjakan cukup tinggi. Bahkan kenaikan harga per kilogram bisa mencapai Rp100 ribu dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau sapi limosin dibanding tahun lalu memang naiknya luar biasa. Per ekor bisa naik Rp2 juta sampai Rp3 juta,” tambahnya.

Muksin menjelaskan, untuk kambing dengan syarat kurban minimal berusia satu tahun dan bobot sekitar 30 kilogram, saat ini dijual dengan harga berkisar Rp3,3 juta hingga Rp3,45 juta per ekor. “Kalau hari biasa paling sekitar Rp3 juta. Tapi kalau domba masih ada yang Rp1 jutaan karena bobotnya lebih kecil,” jelasnya.

Ia menyebut, hewan-hewan kurban yang dijual berasal dari berbagai daerah. Untuk domba didatangkan dari Jawa Tengah dan Jawa Barat, sementara kambing banyak dipasok dari Lampung dan Pulau Jawa.

“Kenaikan harga ini karena permintaan meningkat. Hukum ekonomi saja, jadi menjelang Idul Adha memang biasa naik,” ungkapnya.

Selain menjual hewan kurban, Padepokan Gelihat Masa Tuaku juga mengusung konsep pemberdayaan masyarakat dan pengembangan kewirausahaan bagi anak muda. “Konsepnya membangun kewirausahaan. Anak-anak muda yang ingin usaha kita ajak gabung dan jualan di tempat kita,” katanya.

Menurutnya, penjualan hewan kurban setiap tahun terus mengalami peningkatan. Tahun lalu, penjualan kambing dan domba mencapai hampir 1.000 ekor, sedangkan sapi sekitar 150 hingga 160 ekor. “Tahun ini penjualannya diprediksi meningkat karena tim marketing juga bertambah,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, banyak pelanggan yang sudah melakukan pemesanan dan pembayaran lebih awal. Pengiriman hewan kurban nantinya dilakukan mulai H-2 hingga hari pelaksanaan Idul Adha. “Pengiriman ke wilayah Bekasi, Jakarta, Tangerang, Tangsel, pokoknya Jabodetabek,” jelasnya.

Menariknya, proses distribusi hewan kurban juga melibatkan pengemudi ojek online dan taksi online. Sekitar 80 pengemudi dilibatkan untuk membantu pengiriman. “Untuk pengiriman kambing kita kasih Rp50 ribu sampai Rp100 ribu per ekor. Kalau sapi sekitar Rp250 ribu sampai Rp300 ribu,” tuturnya.

Muksin berharap keberadaan Padepokan Gelihat Masa Tuaku tidak hanya menjadi tempat penjualan hewan kurban, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

“Jadi Idul Adha ini bukan ha­nya jadi momen jualan hewan kurban, tapi juga jadi ber­kah buat masyarakat, anak-anak muda, sampai teman-­teman ojol yang ikut terlibat,” tutupnya. (bud)

Sumber: