BJB FEBRUARI 2026

200 Relawan Penjamah Makanan MBG Dilatih

200 Relawan Penjamah Makanan MBG Dilatih

Narasumber saat memberikan materi pada acara pelatihan penjamah makanan di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Minggu (10/5). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak menggelar pelatihan keamanan makanan siap saji bagi penjamah makanan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kegiatan tersebut dilakukan di Vila Bangbang, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Minggu (10/5)

Pelatihan tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan keamanan pangan siap saji MBG.

Dalam acara tersebut, sebanyak 200 orang relawan dari empat SPPG, yaitu SPPG Margawangi, SPPG Cirinten 002, SPPG Cisimeut 004, Kecamatan Leuwidamar dan SPPG Cimayang, Kecamatan Bojongmanik mengikuti pelatihan dengan tiga orang narasumber dari Dinkes Lebak.

“Para relawan mendapat pelatihan untuk meningkatkan keamanan pangan hingga sampai ke tangan penerima manfaat. Salah satunya adalah memastikan kondisinya sehat saat terlibat dalam penyiapan, produksi dan distribusi MBG,” kata Windarti, narasumber dari Dinkes.

Menurutnya, pelatihan tersebut merupakan kelengkapan persyaratan tempat pengelolaan pangan, diberikan pada SPPG yang mengajukan permohonan terbitnya Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Salah satu syaratnya penjamah makanan atau pengelola pangan harus bersertifikat pelatihan keamanan pangan siap saji yang diikuti minimal 50 persen karyawannya. 

"Hasilnya akan dilanjutkan setelah beroperasi dengan inspeksi kesehatan lingkungan termasuk pemeriksaan air oleh tim Labkesda," ujarnya.

Lanjut dia, pelathan ini penting untuk mengenali cemaran pangan dan penyakit bawaan pangan agar bisa mencegah cemaran ini masuk dalam makanan yang diolah. Selain itu juga memperhatikan faktor lingkungan yang sehat dengan memahami pemeliharaan lingkungan kerja serta menegendalikan faktor pengaruh lingkungan dan binatang yang dapat membawa penyakit, sanitasi peralatan, higinitas perorang dan melakukan proses produksi sesuai dengan prosedur keamanan. 

“Dengan kegiatan ini, diharapkan semua relawan selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) mulai dari diri sendiri sampai lingkungan dapur, saling bekerjasama, kompak dan patuh terhadap aturan yang ada dalam pelaksanaan pengolahan pangan di dapur, serta semua karyawan harus diperiksa kesehatannya secara berkala, untuk mengetahui penyakit yang sedang dialami karyawan dan menghindari penularan melalui makanan yang disajikan,” paparnya.

Bangbang SP, Anggota DPRD Lebak yang hadir dalam pelatihan tersebut mengapresiasi pembekalan dan pelatihan yang diberikan petugas dari Dinkes Lebak. Dengan pelatihan tersebut, kata Bangbang, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para relawan SPPG. Sehingga, dapat terapkan di masing-masing dapur.

"Dengan pelatihan ini, kami harap dapat meningkatkan mutu pelayanan SPPG," ucapnya. (fad)

Sumber: