BKK Banten Soroti Sanitasi Lingkungan Asrama Haji
Jelang kedatangan calon jemaah haji kloter pertama lantaran Asrama Haji Banten masih terlihat berantakan lantaran Material bekas pengerjaan proyek pembangunan betonisasi.--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banten melakukan pemantauan intensif terhadap kesiapan fasilitas Asrama Haji Banten. Menjelang masuknya jemaah kloter pertama, meski fasilitas di asrama dinilai sudah cukup mumpuni, faktor kebersihan lingkungan dan estetika masih menjadi catatan serius.
Ketua Tim Kerja BKK Kelas I Banten, Endang Syarifatul Anwar mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauan sementara, pihaknya masih menemukan kondisi lingkungan yang kurang tertata di area asrama.
Endang bersama timnya menyoroti adanya sampah yang masih berserakan di beberapa titik serta sisa-sisa material pembangunan yang belum dibersihkan. Mengingat jemaah kloter pertama dijadwalkan masuk pada 21 April, percepatan pembersihan menjadi hal yang mendesak.
"Kami masih dapatkan sampah berserakan di beberapa titik. Karena saat ini masih ada proses pembangunan, kami tadi sudah meminta agar material seperti gundukan pasir dan papan bekas segera dibersihkan. Secara estetika, itu sangat mengganggu pemandangan," ujar Endang saat ditemui di lokasi, Senin, (20/4).
Selain masalah material bangunan, sektor kebersihan interior gedung juga tidak luput dari pemeriksaan. Endang menekankan agar pengelola memastikan kebersihan lantai di titik-titik kumpul jemaah.
"Secara umum sudah cukup dan siap digunakan, yang menjadi catatan kami lainnya kondisi lantai yang berdebu dan tampak belum dibersihkan secara maksimal, terutama di gedung aula," ujarnya.
Meski demikian, BKK Kelas I Banten mendorong pihak pihak pengelola, dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) Banten untuk lebih proaktif memperhatikan sanitasi lingkungan di tengah proses penyempurnaan infrastruktur asrama. Ia juga meminta perhatian khusus pada titik-titik yang akan dilalui jemaah.
"Kami meminta pengelola untuk memperhatikan kebersihan lingkungan di area asrama, terutama di lokasi-lokasi krusial. Proses pembangunan jalur bus dan persiapan lainnya tidak boleh mengabaikan standar kebersihan bagi para jemaah," tegas Endang.
Menanggapi hasil observasi tim BKK Banten terkait aspek sanitasi, Kepala UPT Asrama Haji Banten, Ahmad Muwafiq memastikan pihaknya tengah melakukan pembersihan besar-besaran, terutama sisa-sisa material pembangunan yang dianggap mengganggu estetika dan kenyamanan lingkungan.
"Persiapan sudah 99 persen. Sisa satu persennya adalah perapihan jalur masuk bagasi truk dan kenyamanan lingkungan. Besok kami pastikan sudah final 100 persen," tegas Muwafiq.
Ia juga menyatakan kesiapan sarana dan prasarana dalam menyambut kedatangan jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama pada Selasa besok.
Pada musim haji tahun ini, lanjut Muafiq, Asrama Haji Banten akan menampung 24 kloter, terdiri dari 17 kloter di Gedung 4. Sisanya di gedung 2 dengan kapasitas tiap kamar diisi oleh empat jemaah. Pihak pengelola juga menerapkan kebijakan skala prioritas bagi jemaah lansia.
"Jemaah lansia akan kami prioritaskan, baik dalam pelayanan maupun penempatan kamar di lantai bawah agar mudah diakses. Petugas juga akan bersiaga dengan sistem shift untuk menjamin respon cepat (fast response) terhadap setiap keluhan jemaah,"katanya.
Muwafiq menegaskan, Asrama Haji Banten akan menerapkan aturan ketat terkait kedatangan jemaah. Keluarga pengantar dilarang masuk ke area asrama karena pelepasan secara resmi hanya dilakukan di tingkat Kabupaten/Kota oleh masing-masing kepala daerah.
"Ke embarkasi hanya boleh bus jemaah dan panitia daerah, itu pun kami batasi maksimal tiga kendaraan. Di sini tidak ada lagi seremoni baik dari Pemda maupun Kemrnhaj. Fokus kami di sini murni pelayanan dokumen, kesehatan, dan imigrasi," ujarnya.
Ia mengimbau seluruh calon jemaah haji untuk menjaga kondisi fisik selama berada di asrama maupun saat keberangkatan hingga kepulangan dari tanah suci.
"Ibadah haji adalah ibadah yang sangat mengandalkan fisik. Saya imbau para jemaah untuk menjaga kesehatan agar saat menjalankan ibadah haji nanti fisik tetap prima dan sehat hingga kembali ke tanah air," tutupnya. (ziz)
Sumber:
