Tak Hanya Alun-alun, Jalan Juga Diprioritaskan
Tugu ikonik yang berada di Alun alun Kota Serang. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota Serang menegaskan bahwa penataan kawasan Alun-alun tidak dilakukan secara parsial. Selain mempercantik ruang terbuka publik, perbaikan akses jalan di sekitar kawasan turut menjadi prioritas dalam program revitalisasi tahun 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi, mengatakan seluruh pekerjaan digabung dalam satu paket kegiatan. Skema ini dipilih agar penanganan infrastruktur lebih menyeluruh sekaligus menghindari terjadinya penganggaran ganda.
Menurutnya, kondisi jalan di sekitar alun-alun memang menjadi salah satu keluhan masyarakat yang harus segera ditangani. Namun, perbaikan tidak dilakukan secara terpisah, melainkan menjadi bagian dari proyek revitalisasi kawasan.
“Perbaikan jalan tidak kami ajukan sendiri, tetapi masuk dalam paket revitalisasi agar lebih efektif dan tidak terjadi duplikasi anggaran,” ujarnya, Kamis (16/4).
Ia menjelaskan, konsep revitalisasi mengedepankan penataan terintegrasi. Tidak hanya bagian dalam alun-alun, tetapi juga fasilitas pendukung seperti trotoar, jalur tengah, hingga akses jalan akan dibenahi secara bersamaan.
Dalam pelaksanaannya, perbaikan jalan akan menggunakan aspal hotmix dengan sejumlah penyesuaian teknis, termasuk pelebaran ruas serta pembongkaran median di titik tertentu. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan serta kelancaran arus lalu lintas di kawasan pusat kota.
Selain itu, trotoar yang selama ini banyak mengalami kerusakan juga akan diperbarui. Material keramik akan diganti dengan granit yang lebih kuat dan tahan lama terhadap tekanan aktivitas maupun pengaruh lingkungan.
Proyek revitalisasi dengan nilai anggaran Rp48,5 miliar tersebut juga akan menggabungkan kawasan Alun-alun Barat dan Timur menjadi satu kesatuan ruang publik. Penataan ini sekaligus diharapkan mampu menghadirkan wajah baru bagi pusat Kota Serang.
Tidak hanya infrastruktur fisik, peningkatan penerangan juga menjadi perhatian. Pemerintah akan menambah lampu hias berukuran besar dengan pencahayaan lebih terang guna menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama pada malam hari.
Saat ini, proyek masih dalam tahap persiapan lelang sejak April 2026. Pemerintah menargetkan proses tersebut rampung pada Mei, sehingga pekerjaan fisik dapat dimulai dan diselesaikan hingga Desember 2026.
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menegaskan bahwa revitalisasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menata wajah kota secara menyeluruh, tidak hanya fokus pada estetika tetapi juga fungsi dan kenyamanan.
“Penataan alun-alun ini bukan sekadar memperindah, tapi juga memastikan akses jalan di sekitarnya nyaman dan layak dilalui masyarakat. Kita ingin kawasan pusat kota benar-benar tertata dengan baik,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
“Kami berharap masyarakat ikut menjaga fasilitas yang sudah dibangun, sehingga manfaatnya bisa dirasakan bersama dalam waktu lama,” katanya. (ald)
Sumber:
