BJB FEBRUARI 2026

Kemenpar Minta Pemkot Bangun Wisata Kali Cisadane

Kemenpar Minta Pemkot Bangun Wisata Kali Cisadane

Pemkot Tangerang menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Pariwisata serta Ketua Tim Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah di ruang Akhlakul Karimah, Puspemkot Tangerang, Senin 13 April 2026.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kementerian Pariwisata mendorong Kota Tangerang bertransformasi dari kota transit menjadi destinasi wisata utama yang mandiri. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto, usai kegiatan Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Kota Tangerang di Ruang Akhlakul Karimah, Senin, 13, April 2026.

Hariyanto mengungkapkan, Kota Tangerang merupakan wilayah yang sangat strategis sebagai penyangga ibu kota dengan aksesibilitas yang luar biasa. 

Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana meningkatkan durasi kunjungan (length of stay) dan belanja wisatawan (spending).

Hariyanto menjelaskan, bahwa kunci pengembangan pariwisata Tangerang terletak pada penguatan aspek 3A, yakni Amenitas, Aksesibilitas, dan Atraksi. 

Ia mendorong adanya diversifikasi event, mulai dari sport tourism hingga optimalisasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Terlebih,  destinasi wisata Sungai Cisadane yang sebelumnya dicanangkan menjadi destinasi wisata air (Waterway) pada 2020 lalu. Namun, hingga kini belum terealisasi.

”Kita harus memastikan Tangerang didorong oleh kita semua jangan hanya sebagai kota transit. Tangerang harus menjadi subjek, bukan saja objek,” tegas Hariyanto.

Hariyanto menyatakan kesiapan Kementerian Pariwisata untuk mengawal koordinasi lintas sektoral guna terealisasinya destinasi wisata air Sungai Cisadane. mengingat keterlibatan berbagai pihak seperti Kementerian PU (BBWS) dan Kementerian Lingkungan Hidup.

”Kami akan berkoordinasi dengan Kementerian PU dan Lingkungan Hidup. Kami akan mendorong regulasi di tingkat daerah agar peran setiap kementerian jelas, apa yang didorong dan apa harapannya,” ujarnya.

Dikatakannya, salah satu poin krusial yang dibahas adalah kesiapan Festival Cisadane yang akan digelar pada Juni 2026 mendatang. Event ini telah resmi masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) sebagai salah satu festival terbaik nasional. 

Ia menilai momentum ini sangat tepat untuk melakukan koordinasi yang lebih substantif terkait penataan destinasi air (waterway) di Sungai Cisadane.

”Bulan Juni ada Festival Cisadane. Di situlah kita bisa berkomunikasi dan koordinasi lebih substantif lagi terkait potensi dan kendala pembangunan kepariwisataan,” jelasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, kata Hariyanto, Kementerian Pariwisata berencana menggelar Rapat Koordinasi Pariwisata Nasional (Rakornas) dalam waktu dekat. Forum ini akan menjadi wadah untuk memetakan secara detail potensi serta hambatan pembangunan di setiap daerah, termasuk memastikan keberlanjutan program-program yang didanai melalui bantuan pemerintah maupun CSR.

Hariyanto juga mengingatkan, agar Pemerintah Kota Tangerang memiliki perencanaan yang matang dengan skala prioritas yang jelas, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang.

”Fungsi kementerian adalah sinergi dan kolaboratif. Kami memastikan ada monitoring dan evaluasi melalui rencana induk destinasi pariwisata nasional agar setiap pembangunan tepat sasaran,” pung­kasnya.

Sumber: