BJB FEBRUARI 2026

Disebabkan Masalah Mata, Banyak Peserta Paskibraka Gugur Seleksi

Disebabkan Masalah Mata, Banyak Peserta Paskibraka Gugur Seleksi

Para peserta Paskibraka Kabupaten Serang mengikuti seleksi calon Paskibraka Kabupaten Serang beberapa hari lalu di lapangan Indoor Pemkab Serang. (BAKESBANGPOL KABUPATEN SERANG FOR TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Badan Kesatuan Bang­sa dan Politik (Bakes­bangpol) Kabupaten Serang menyebutkan masalah kese­hatan mata meng­akibatkan banyak peserta Pas­kib­raka di Kabupaten Serang gugur dalam seleksi tes kesehatan.

Dari hasil tes kesehatan ter­nyata banyak peserta Paskib­raka yang mengalami masalah mata minus dan buta warna, yang berdasarkan penilaian dokter apabila tetap ikut secara fisik bisa berisiko.

Kepala Bidang Ideologi Wa­was­an Kebangsaan Ekonomi Sosial Bu­daya dan Agama Badan Kes­bang­pol Kabupaten Serang, Anton Her­mawanto mengatakan, pada seleksi peserta calon Paskibraka sudah ada beberapa yang selesai, salah satunya tes kesehatan. Selan­jutnya peserta akan mengikuti tes wawancara dan bakat pada Sabtu 11 April serta awal Mei akan persiapan untuk seleksi ke tingkat provinsi. 

"Alhamdulillah beberapa seleksi sudah selesai, salah satunya tes kesehatan, se­lanjutnya akan ada tes wawan­cara dan bakat, serta persiapan untuk seleksi di tingkat pro­vinsi," katanya saat ditemui wartawan di gedung Setda Kabu­paten Serang, Rabu (8/4).

Anton mengatakan, banyak pe­serta Paskibraka yang gugur di tes kesehatan karena ma­salah mata, ada yang minus sampai lebih dari dua dan buta warna, ada juga yang bentuk kaki O dan X.

Tes kesehatan ini berdasarkan penilaian dokter langsung, dan apabila dipaksakan untuk tetap ikut secara fisik nantinya akan berisiko.

"Ini berdasarkan penilaian dokter kita tidak bisa inter­vensi ke ranah tersebut, jadi banyak gugur itu di kesehatan, bukan paradenya. Se­lain masalah mata, ada juga ma­salah kese­hatan lainnya seperti nadi lemah, jantung berdebar-de­bar, itu berisiko karena paskib­ra ini selalu fisik," ujarnya.

“Lebih baik diketahui se­karang daripada dipaksakan tetap dipilih tentunya akan bahaya, misal buta warna bisa salah mengibarkan bendera, atau minus mata bisa salah ketika gerak jalan dan se­bagainya,” katanya lagi.

Kemudian untuk tahapan selan­jutnya yaitu tes wa­wan­cara dan bakat yang tidak akan langsung diumumkan, namun pihaknya akan mengumumkan dulu delapan pasang yang akan mewakili ke provinsi dan nasional. 

"Peserta seleksi Paskibraka telah mengikuti tes PBB, kese­hatan, pa­ra­de, dan Samapta, sistemnya aku­mulatif peni­laian­nya sampai pan­tohir ter­sisa 180 orang. Tes wawan­cara akan dilakukan oleh tim dari Kesbangpol, purna bhakti paskibra di PPI, dan akademisi Untirta, kita sudah minta pe­serta yang lolos untuk per­siapan," ucap­nya.

Anton mengaku optimistis pada ta­hun ini Kabupaten Serang bisa lolos ke nasional kembali, karena dengan dimin­ta delapan pasang dari biasa­nya, lima pasang mem­buat peluang lolos jadi semakin besar.

"Kami belum ngintip calon-calon kabupaten dan kota lain tapi kami sih optimis tetap bisa lolos ke na­sional lagi, karena saat ini peluang­nya makin besar," tuturnya. (agm)

Sumber: