Dorong Pembentukan Gugus Tugas Penghematan Listrik
WAWANCARA: Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten, Ari James Farrady saat diwawancarai di kantornya, KP3B, Kota Serang, Selasa (7/4).(Syirojul Umam/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten mendorong pembentukan gugus tugas untuk melakukan penghematan listrik di setiap gedung perkantoran milik Pemprov Banten. Langkah ini sebagai upaya tindak lanjut arahan Gubernur Banten untuk melakukan penghematan energi listrik.
Kepala Dinas ESDM Banten, Ari James Farrady, mengatakan bahwa saat ini di internal terdapat tujuh orang Manajer Energi atau pengelola gedung, dan dua orang bersertifikat auditor energi yang bertugas melakukan audit penghematan secara berkala.
Untuk melakukan penghematan, pihaknya meminta pembentukan pengelola gedung perkantoran di Pemprov Banten. Nantinya mereka akan dibentuk sebagai gugus tugas, dengan melakukan tugas menginventarisir fluktuasi penggunaan listrik setiap bulannya. ”Setiap gedung itu harus ada pengelola gedung atau bagusnya disebut manager energi, tugasnya untuk inventarisasi penghematan gedung,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (7/4).
Setelah terbentuk, maka Dinas ESDM Banten akan melakukan sosialisasi cara penghematan energi listrik, seperti yang dilakukan oleh kantor dinasnya.”Nanti akan kita undang untuk melakukan apa yang sudah kita lakukan, dan setiap bulan akan kita pantau penghematannya,” ujarnya.
Ari mengaku, dengan adanya manager energi, terbukti membuahkan hasil yang signifikan. Bahkan di kantor Dinas ESDM berhasil menekan biaya operasional listrik secara drastis.”Tagihan listrik kita yang tadinya mencapai Rp24 juta per bulan, kini bisa ditekan hingga menjadi Rp8 juta per bulan. Ini adalah penghematan yang sangat luar biasa,” terangnya.
Maka dari itu, ia mendorong OPD lain di Banten untuk mulai menerapkan hal yang sama. Meski tidak harus di setiap bidang, minimal terdapat satu petugas yang berkeliling memastikan seluruh peralatan elektronik dalam kondisi mati setelah jam kantor usai.”Paling sederhana adalah kontrol saat jam pulang. Pastikan lampu, AC, hingga komputer sudah dimatikan. Hal-hal kecil seperti ini jika dikelola dengan disiplin akan berdampak besar pada efisiensi anggaran daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Plt Kabid Pemanfaatan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Provinsi Banten, Ii Mahfudin, mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam menjalankan program penghematan ini bukanlah pada aspek teknis, melainkan pada perubahan kebiasaan atau perilaku pegawai.
Maka dari itu, pihaknya membentuk manager energi di ESDM untuk memastikan penghematan berjalan sistematis.”Tugas mereka adalah merancang, merencanakan, hingga memantau konsumsi energi di masing-masing kantor. Outputnya jelas, setiap dinas memiliki indikator konsumsi yang terukur,” katanya.
Adapun beberapa langkah teknis yang telah diimplementasikan antara lain, pengaturan suhu pada AC yang ada di setiap gedung, dengan memastikan suhu AC berada di angka ideal 25 derajat celsius. Penurunan suhu hingga ke 16 derajat dinilai sangat memboroskan listrik.”Karena kalau suhunya 16 derajat celsius dapat meningkatkan konsumsi sebesar 7 hingga 10 persen,” tuturnya.
Selanjutnya, ia juga mendorong agar setiap OPD mulai mengganti lampu neon lama atau lampu balas dengan teknologi LED yang jauh lebih hemat daya namun tetap menjaga tingkat pencahayaan yang sama.
Kemudian, mengoptimalkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 25 KWP yang mampu menyumbang sekitar 11 hingga 15 KW per hari saat cuaca cerah, sehingga secara signifikan memotong tagihan listrik PLN.”Kenapa kami bisa menekan tagihan listrik, salah satunya karena sebagian gedung sudah menggunakan PLTS,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mewajibkan pencabutan kabel peralatan yang tidak digunakan, seperti printer dan TV yang biasanya dalam mode standby, serta mematikan komputer yang tidak digunakan lebih dari 30 menit.(mam)
Sumber:
