diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Wika Belum Bangun SDN Inpres Cikeusal

Wika Belum Bangun SDN Inpres Cikeusal

Pejabat Dindikbud Kabupaten Serang melakukan pertemuan dengan pihak PT. Wika Tol Serpan, di Kecamatan Cikeusal, beberapa hari lalu. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang menye­butkan pembangunan SDN Inpres Cikeusal yang terdam­pak Tol Serang - Panimbang belum dilakukan oleh PT Wika selaku penanggungjawabnya.

Sehingga serah terima kunci gedung SDN baru ini kemung­kinan baru bisa dilakukan setelah tahun ajaran dimulai, bukan sebelumnya yang sesuai dengan harapan sekolah.

Kepala Bidang Pembinaan SD pada Dindikbud Kabupaten Serang Abidin Nasyar mengata­kan, lambatnya proses pemba­ngunan gedung sekolah, kare­na sempat ada ketidakse­pakatan harga lahan, yang akan dibayarkan dari pihak tol kepada pemilik lahannya.

Panjangnya proses negosiasi tersebut membuat lambatnya pembangunan sekolah, namun saat ini masalah tersebut sudah selesai karena sepakat semua keluarga pemilik lahannya.

"Awalnya tidak sepakat kare­na harganya tidak cocok, tapi sudah selesai hanya menye­lesaikan beberapa administrasi yang harus diselesaikan oleh pihak penjual. Administrasi itu salah satunya surat kete­rangan kematian, kalau sudah semua maka final lokasinya," katanya, Rabu (4/3). 

Abidin mengatakan, lokasi relokasi dari sekolah lama sekitar 300 sampai 400 meter, luas lahan baru yang akan dibangun sekitar 2.000 meter persegi yang pembangunannya dilakukan oleh PT. Wika dan Pemkab Serang hanya mene­rima kunci.

Awalnya pembangunan bisa selesai di Juli, namun kemung­kinan tidak bisa selesai karena proses administrasi belum selesai dan lahan juga belum dibayarkan.

"Kalau sudah semuanya, kemungkinan setelah tahun ajaran baru selesainya, kita hanya menerima kuncinya saja untuk pembangunannya dilakukan pihak tol," ujarnya.

Dikatakan Abidin, tidak masa­lah meski harus melewati tahun ajaran baru selesainya, karena yang terpenting tahun ini pembangunannya bisa selesai.

Dalam bangunan baru nanti diharapkannya ada sembilan lokal minimalnya, seperti ada enam kelas, ruang guru, per­pustakaan dan lainnya.

"Tidak apa-apa yang penting mah tahun ini sudah selesai pembangunannya, saya berha­rap bisa ada sembilan lokal itu terpenuhi," ucapnya. (agm)

Sumber: