BJB FEBRUARI 2026

Bupati Tangerang Panen Melon Hidroponik Terpadu, Pasok Bibit Untuk Dikembangkan Mandiri

Bupati Tangerang Panen Melon Hidroponik Terpadu, Pasok Bibit Untuk Dikembangkan Mandiri

PANEN: Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid (tengah) didampingi Camat Curug Arif Rahman Hakim panen melon hidroponik di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kamis, 29 Januari 2026.(Dok Diskominfo Kab. Tangerang)--

TANGERANGEKSPRES.ID, CURUG — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid melaku­kan panen melon hidroponik terpadu sekaligus meluncurkan Sentra Melon Hidroponik Ter­padu Millenial Hydrofarm di Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kamis, 29 Januari 2026.

Maesyal mengapresiasi ini­siatif warga setempat, khusus­nya Ade Putra, yang berhasil mengembangkan budidaya melon hidroponik secara man­diri hingga memasuki masa panen dalam waktu sekitar dua bulan.

”Ini contoh yang baik. Pak Ade bersama rekan-rekannya bisa membuktikan bahwa ber­tani dengan sistem hidroponik dapat dilakukan secara mandiri dan menghasilkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dari sekitar 130 pohon melon yang dipanen, dengan harga pasar berkisar Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram. Menurutnya, usaha tersebut mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah da­lam satu kali panen.

Maesyal menyebut potensi tersebut sangat terbuka untuk dikembangkan di wilayah lain. Ia mendorong agar desa-desa di Kecamatan Curug meman­faatkan lahan tidak produktif, baik tanah kas desa maupun lahan kosong milik warga, untuk pengembangan budidaya me­lon hidroponik. 

Menurut Bupati, selain ber­nilai ekonomi, budidaya melon hidroponik juga berdampak positif bagi kesehatan masya­rakat karena menghasilkan buah yang kaya vitamin.

“Ini bukan hanya soal eko­nomi, tapi juga kesehatan. Buah-buahan seperti melon mengandung vitamin C. Mu­dah-mudahan ini menjadi ber­kah bagi masyarakat Desa Curug Wetan, ada aktivitas usa­ha, ada kepastian penda­patan, dan tentu bisa mengu­rangi pengangguran,” tambah­nya.

Lanjut dia, Pemerintah Kabu­paten Tangerang berkomitmen mendukung penuh pengem­bangan pertanian modern di berbagai wilayah. Sentra Melon Hidroponik Terpadu “Melenial Hydrofarm” ini menjadi bukti nyata pengembangan sektor pertanian berbasis teknologi sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan, sekaligus mendorong industri pertanian masa depan di Kabupaten Ta­ngerang.

“Di Kabupaten Tangerang kita sudah panen jagung pulut di Sukamulya dan Sindang Jaya, panen semangka di Mauk, panen cabai di Legok. Semua difasilitasi oleh Dinas Pertanian untuk kepentingan ketahanan pangan masyarakat. Kalau ke­ta­hanan pangan kuat, insya­Allah masyarakat sehat dan sejahtera,” jelasnya.

Pihaknya berharap desa-desa lain di Kecamatan Curug, juga dapat mulai mengembangkan pertanian produktif berbasis teknologi dengan dukungan awal dari pemerintah daerah. Semakin banyak sentra-sentra pertanian produktif, semakin beragam pula jenis dan man­faatnya yang dapat diperoleh masyarakat.

“Bibit dan benih akan difasi­litasi Pemda. Setelah berhasil, hasilnya diputar kembali se­cara mandiri. Ini yang kita harapkan, masyarakat berdaya dan ber­kelanjutan,” pungkas­nya.(sep)

Sumber: