Pedagang Daging Mogok Jualan
Seorang pedagang daging di pasar Rangkasbitung saat melayani pembeli, Kamis (29/1).--
LEBAK — Sejumlah Pedagang daging sapi dan kerbau di pasar Rangkasbitung masih melakukan mogok setelah adanya imbauan dari Gabungan Pengusaha dan Pedagang Daging (Gappenda) Banten untuk tidak berjualan selama dua hari mulai tanggal 26 - 27 Januari 2026.
Yani, Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak membenarkan, bahwa beberapa lapal pedagang daging di pasar Rangkasbitung tidak berjualan, karena adanya imbauan dari Gappenda Banten.
Namun, kata Yani, tidak semua pedagang ikut mogok, karena stok daging di pasar Rangkasbitung diambil dari lokal.
"Hasil penasaran kita, ada beberapa lapak yang tetap berjualan, karena mereka butuh masukan untuk menghidupi keluarga," kata Yani kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/1).
Menurutnya, untuk stok daging yang dijual di pasar Rangkasbitung didatangkan dari para peternak lokal. Sehingga, walau terjadi mogok massal, stok daging aman untuk bisa di jual.
"Iya, untuk hari ini harga daging merah Rp140 ribu per kilogram, dan harga ini dinilai masih cukup stabil," ujarnya.
Iwan, seorang pedagang daging di pasar Rangkasbitung mengatakan, imbauan agar tidak berdagang selama dua hari dikuti, namun selepas itu, dia harus berjualan.
Karena kebutuhan untuk di rumah harus dipenuhi.
"Kalau saya terus tidak berjualan, bagaimana keluarga saya yang butuh makan," ucapnya. (fad)
Sumber:

