BJB NOVEMBER 2025

Pedagang Daging Mogok Jualan

Pedagang Daging Mogok Jualan

Seorang pedagang daging di pasar Rangkasbitung saat melayani pembeli, Kamis (29/1).--

LEBAK — Sejumlah Pe­da­gang daging sapi dan kerbau di pasar Rang­kas­bitung masih melakukan mogok setelah adanya im­bauan dari Gabungan Pe­ngusaha dan Pedagang Da­ging (Gappenda) Ba­nten un­tuk tidak berjualan se­lama dua hari mulai tanggal 26 - 27 Januari 2026.

Yani, Kepala Bidang Per­dagangan pada Dinas Per­industrian dan Perdagangan (Disperindag) Lebak mem­benarkan, bahwa beberapa lapal pedagang daging di pasar Rangkasbitung tidak berjualan, karena adanya imbauan dari Gappenda Banten. 

Namun, kata Yani, tidak semua pedagang ikut mogok, karena stok daging di pasar Rangkasbitung diambil dari lokal. 

"Hasil penasaran kita, ada beberapa lapak yang tetap berjualan, karena mereka butuh masukan untuk meng­hidupi keluarga," kata Yani kepada wartawan di ruang kerjanya, Kamis (29/1). 

Menurutnya, untuk stok daging yang dijual di pasar Rangkasbitung didatangkan dari para peternak lokal. Sehingga, walau terjadi mogok massal, stok daging aman untuk bisa di jual. 

"Iya, untuk hari ini harga daging merah Rp140 ribu per kilogram, dan harga ini dinilai masih cukup stabil," ujarnya. 

Iwan, seorang pedagang daging di pasar Rangkas­bitung mengatakan, im­bauan agar tidak ber­dagang selama dua hari dikuti, namun selepas itu, dia harus berjualan. 

Karena kebutuhan untuk di rumah harus dipenuhi. 

"Kalau saya terus tidak berjualan, bagaimana keluarga saya yang butuh makan," ucapnya. (fad)

Sumber: