BJB NOVEMBER 2025

Pemkab Tangerang Hadapi SDGs Awards Nasional, Bawa Tempe Semangit dan Minyak Kemiri

Pemkab Tangerang Hadapi SDGs Awards Nasional, Bawa Tempe Semangit dan Minyak Kemiri

KETAHANAN PANGAN: Kabid Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Tangerang Sri Indri Astuti mengoptimalkan program ketahanan pangan.(Dok. Bappeda Kabupaten Tangerang)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Ka­bupaten Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Setelah meraih penghargaan SDGs Awards tingkat Provinsi Banten tahun 2024, pada tahun 2025 Pemkab Tangerang mengajukan inovasi di bidang ketahanan pangan ke ajang SDGs tingkat nasional.

Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Tangerang, Sri Indri Astuti, mengatakan bah­wa SDGs merupakan agenda pem­bangunan global yang dise­pakati seluruh negara di dunia, sehingga implementasinya tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga menjadi tanggung jawab daerah.

”SDGs itu tujuan pembangunan berkelanjutan yang sifatnya global. Semua negara sepakat meng­implementasikan tujuan-tujuan tersebut. Kabupaten Tangerang tahun 2024 alhamdulillah men­dapatkan SDGs Awards tingkat Provinsi Banten dengan inovasi Ketapang Urban Aquaculture,” jelasnya, Selasa (20/1/2026). 

Ia menjelaskan, pada tahun 2024 Pemkab Tangerang berhasil meraih predikat implementasi SDGs terbaik tingkat Provinsi Banten melalui program Ketapang Urban Aquaculture (KUA). Pro­gram tersebut dinilai mampu menjawab berbagai tujuan SDGs secara terpadu.

“Waktu itu tema bebas, dan Ketapang masuk ke sekitar 13 sampai 14 tujuan dari total 17 poin SDGs. Jadi sangat kompre­hensif,” jelasnya.

Untuk tahun 2025, lanjut Sri Indri, Provinsi Banten tidak me­nyelenggarakan SDGs Awards. Namun demikian, Pemkab Tange­rang tetap berupaya mengikuti ajang SDGs di tingkat nasional dengan mengusung tema yang telah ditetapkan, yaitu ketahanan pangan.

”Di tahun ini (2026, red) kita mencoba masuk di tingkat na­sional. Proses pemenuhan persya­ratan sudah kita ajukan sejak bulan September (tahun 2025, red). Temanya sudah ditentukan, yaitu tentang ketahanan pangan,” jelasnya.

Dalam ajang nasional, Pemkab Tangerang mengangkat subtema ketahanan pangan untuk pening­katan ekonomi masyarakat, khu­susnya di lokus-lokus prioritas ke­miskinan. Program yang diaju­kan merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Tangerang dengan mitra usaha melalui skema pe­nguatan ekonomi berbasis pangan lokal.

”Kita mengajukan kerja sama Pemkab Tangerang dengan SGO melalui usaha-usaha masyarakat di lokus kemiskinan. Salah satunya adalah produksi tempe semangit,” katanya.

Ia menjelaskan, tempe semangit yang diproduksi masyarakat Ka­bupaten Tangerang memiliki offtaker atau penampung yang mengolahnya menjadi penyedap makanan berbahan dasar tempe. Hal tersebut tidak hanya mem­perkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Selain itu, terdapat juga program produksi minyak kemiri. Meski­pun Kabupaten Tangerang bukan daerah penghasil kemiri, masya­rakat dilibatkan dalam proses pengupasan bahan baku sebelum diserap oleh perusahaan mitra.

”Kemiri itu didrop ke masyarakat untuk dikupas, lalu diambil lagi oleh perusahaan. Dari situ masya­rakat mendapatkan penghasilan. Ini bentuk keterlibatan masyara­kat dalam rantai produksi,” jelas­nya.

Menurut Sri Indri, inovasi yang diajukan Pemkab Tangerang ke tingkat nasional pada tahun 2025 mencerminkan tiga tujuan utama SDGs, yakni tanpa kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan ke­tahanan pangan.

”Tahun ini yang kita fokuskan itu ada tiga poin SDGs, yaitu pe­ngentasan kemiskinan, pe­ning­katan ekonomi, dan ketahanan pangan,” katanya.

Sumber: