Pemkab Tangerang Hadapi SDGs Awards Nasional, Bawa Tempe Semangit dan Minyak Kemiri
KETAHANAN PANGAN: Kabid Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Tangerang Sri Indri Astuti mengoptimalkan program ketahanan pangan.(Dok. Bappeda Kabupaten Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Setelah meraih penghargaan SDGs Awards tingkat Provinsi Banten tahun 2024, pada tahun 2025 Pemkab Tangerang mengajukan inovasi di bidang ketahanan pangan ke ajang SDGs tingkat nasional.
Kepala Bidang Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Tangerang, Sri Indri Astuti, mengatakan bahwa SDGs merupakan agenda pembangunan global yang disepakati seluruh negara di dunia, sehingga implementasinya tidak hanya bersifat nasional, tetapi juga menjadi tanggung jawab daerah.
”SDGs itu tujuan pembangunan berkelanjutan yang sifatnya global. Semua negara sepakat mengimplementasikan tujuan-tujuan tersebut. Kabupaten Tangerang tahun 2024 alhamdulillah mendapatkan SDGs Awards tingkat Provinsi Banten dengan inovasi Ketapang Urban Aquaculture,” jelasnya, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, pada tahun 2024 Pemkab Tangerang berhasil meraih predikat implementasi SDGs terbaik tingkat Provinsi Banten melalui program Ketapang Urban Aquaculture (KUA). Program tersebut dinilai mampu menjawab berbagai tujuan SDGs secara terpadu.
“Waktu itu tema bebas, dan Ketapang masuk ke sekitar 13 sampai 14 tujuan dari total 17 poin SDGs. Jadi sangat komprehensif,” jelasnya.
Untuk tahun 2025, lanjut Sri Indri, Provinsi Banten tidak menyelenggarakan SDGs Awards. Namun demikian, Pemkab Tangerang tetap berupaya mengikuti ajang SDGs di tingkat nasional dengan mengusung tema yang telah ditetapkan, yaitu ketahanan pangan.
”Di tahun ini (2026, red) kita mencoba masuk di tingkat nasional. Proses pemenuhan persyaratan sudah kita ajukan sejak bulan September (tahun 2025, red). Temanya sudah ditentukan, yaitu tentang ketahanan pangan,” jelasnya.
Dalam ajang nasional, Pemkab Tangerang mengangkat subtema ketahanan pangan untuk peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di lokus-lokus prioritas kemiskinan. Program yang diajukan merupakan hasil kerja sama antara Pemkab Tangerang dengan mitra usaha melalui skema penguatan ekonomi berbasis pangan lokal.
”Kita mengajukan kerja sama Pemkab Tangerang dengan SGO melalui usaha-usaha masyarakat di lokus kemiskinan. Salah satunya adalah produksi tempe semangit,” katanya.
Ia menjelaskan, tempe semangit yang diproduksi masyarakat Kabupaten Tangerang memiliki offtaker atau penampung yang mengolahnya menjadi penyedap makanan berbahan dasar tempe. Hal tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Selain itu, terdapat juga program produksi minyak kemiri. Meskipun Kabupaten Tangerang bukan daerah penghasil kemiri, masyarakat dilibatkan dalam proses pengupasan bahan baku sebelum diserap oleh perusahaan mitra.
”Kemiri itu didrop ke masyarakat untuk dikupas, lalu diambil lagi oleh perusahaan. Dari situ masyarakat mendapatkan penghasilan. Ini bentuk keterlibatan masyarakat dalam rantai produksi,” jelasnya.
Menurut Sri Indri, inovasi yang diajukan Pemkab Tangerang ke tingkat nasional pada tahun 2025 mencerminkan tiga tujuan utama SDGs, yakni tanpa kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan pangan.
”Tahun ini yang kita fokuskan itu ada tiga poin SDGs, yaitu pengentasan kemiskinan, peningkatan ekonomi, dan ketahanan pangan,” katanya.
Sumber:

