Pemprov dan Komunitas Hijau Tanam 5.000 Pohon
Gubernur Banten Andra Soni menanam pohon di sepanjang aliran sungai di Kota dan Kabupaten Tangerang, Minggu (11/1).--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Momentum Hari Gerakan Satu Juta Pohon dan Hari Lingkungan Hidup Nasional tahun 2026 menjadi titik balik penguatan ekosistem di wilayah Provinsi Banten.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten secara resmi bersinergi dengan Gerakan 'Banten Teduh, Tangerang Sejuk' melakukan aksi nyata berupa penanaman 5.000 bibit pohon yang tersebar di titik-titik strategis wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang.
Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim dan peningkatan suhu perkotaan yang kian terasa di wilayah industri dan pemukiman padat.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan bentuk dukungan penuh pemerintah terhadap aspirasi penggiat lingkungan yang konsisten mendorong pelestarian alam sebagai insting utama dalam mitigasi bencana, khususnya banjir.
“Alhamdulillah, hari ini Pemprov Banten bersama Gerakan Banten Teduh, Tangerang Sejuk yang diinisiasi oleh rekan-rekan penggiat lingkungan hidup, berhasil merealisasikan penanaman 5.000 pohon. Jenis yang kita pilih adalah Ketapang Kencana dan Mahoni, yang dikenal memiliki daya serap air dan polusi yang tinggi,” katanya, Minggu (11/1).
Penanaman ini difokuskan pada area-area kritis seperti bantaran Sungai Cisadane, anak-anak sungai, hingga jalur saluran irigasi primer yang selama ini menjadi tulang punggung drainase di Tangerang Raya.
Lebih lanjut, Andra menjelaskan bahwa aksi ini merupakan bagian integral dari visi besar pembangunan lingkungan di Banten. Gerakan ini menjadi salah satu wajah dari Program Bang Kali Andra (Program Pembangunan Gerakan Kelola Lingkungan Daerah Sejahtera).
"Melalui aksi ini, kita ingin menciptakan lingkungan yang tidak hanya lebih hijau dan sejuk, tapi juga sehat secara kualitas udara bagi masyarakat. Ini adalah upaya kita mengurangi jejak karbon secara sistematis. Semoga kesadaran kolektif ini menjadi langkah awal untuk kita bersama menjaga dan merawat lingkungan, dan insya Allah dapat berkelanjutan," tegasnya.
Sementara itu, Ade Yunus selaku Inisiator Gerakan 'Banten Teduh, Tangerang Sejuk', mengapresiasi atas respons cepat pemerintah daerah. Menurutnya, masalah lingkungan di wilayah urban seperti Tangerang tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.
"Dukungan Pemprov Banten sangat berarti bagi kami di akar rumput. Ini adalah langkah awal dari ikhtiar panjang untuk masa depan Banten yang lebih hijau. Dengan sinergi antara pemerintah, komunitas, dan partisipasi aktif masyarakat, cita-cita mewujudkan Tangerang yang sejuk bukan lagi sekadar impian," katanya.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini turut melibatkan berbagai unsur, mulai dari relawan lingkungan, jajaran OPD terkait, hingga tokoh masyarakat setempat yang turut serta memegang sekop dan menanam bibit pohon di sepanjang aliran sungai. (mam)
Sumber:

