BJB NOVEMBER 2025

Butuh 6 Jam Padamkan Kebakaran Tumpukan Sampah di Ciputat

Butuh 6 Jam Padamkan Kebakaran Tumpukan Sampah di Ciputat

Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di lahan kosong di Kampung Maruga, Serua, Ciputat. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Tumpukan sam­­pah yang terbakar yang ada di lahan kosong di depan kantor Wali Kota Tangsel hing­ga Kamis, 8 Januari 2026 pu­kul 12.00 WIB belum ber­hasil dipadamkan. Padahal, api pertama kali mun­cul pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.

Petugas dari Dinas Pema­dam Kebakaran dan Penye­lamatan Kota Tangsel kesu­litan mema­damkan api pa­­salnya, api men­jalar atau merambat dari tum­pukan puing-tuing. Hingga ki­ni pe­tugas masih berusaha me­madamkan api dengan di­bantu petugas dari Dinas Sum­ber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA­BMBK) Kota Tangsel meng­gunakan alat berat berupa beko untuk melakukan pe­ngerukan.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Di­nas Pemadam Kebakaran dan Pe­nye­lamatan Kota Tang­sel Omay Komarudin mengata­kan, peng­galian pu­ing-puing dilakukan dari sum­ber api. 

“Kami menelusuri terlebih dahulu titik api berada di mana dan pada kedalaman berapa. Setelah itu, kami membuat pa­rit sebagai sekat. Parit ter­sebut berfungsi untuk mence­gah agar sumber api tidak me­rambat ke area lain,” ujarnya, Kamis, 8 Januari 2026.

Omay menambahkan, dari arah pergerakan api, terlihat menjalar kesisi yang banyak tumpukan sampah dan pu­ing-puing. Artinya, sudah ada titik-titik api yang mulai muncul di beberapa titik lain.

“Kejadian ini sudah berlang­sung selama 3 hari, sejak Selasa, Rabu, hingga Kamis. Hari ini merupakan hari ketiga.

Mudah-mudahan hari ini pe­nanganan dapat dituntas­kan dan tidak lagi muncul kepulan asap,” tambahnya.

Omay berharap pemilik la­han juga ikut pertanggung jawab atas kebakaran tumpu­kan sam­pah di laham milik­nya. 

“Kami hanya minta bantuan disiapkan alat beko kepada pemilik lahan agar kebakaran ini segera dapat diatasi. Beko ini untuk menge­ruk puing-puing agar apinya bisa dipa­damkan,” jelasnya.

“Kebakaran tumpukan sam­pah ini termasuk bencana lokal karena api sulit dipa­dam­kan dan mengeluarkan asap banyak dan kalau tidak segera diatasi akan meng­ganggu kesehatan masya­rakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Kebakaran ter­jadi di lahan kosong di daerah RT 6 dan 7, RW 4 Kam­pung Maruga, Kecama­tan Ciputat. Lokasi tepatnya di depan ba­ngunan Menara Pandang di kawasan Balai Kota Tangerang Selatan.

Kebakaran tersebut terjadi sejak Rabu (6/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Lahan yang ter­bakar bukan semak-semak maupun rumput namun, tum­pukan urukan yang terdiri dari ber­bagai jenis barang, mulai dari kayu, sampah, puing dan lain­nya. Kebakaran tersebut diduga akibat adanya pembakaran yang dilakukan seseorang, se­hingga api men­jalar atau me­rambat ke tum­pukan beragam material yang kedalamannya lebih dari 1 meter. (bud)

Sumber: