Butuh 6 Jam Padamkan Kebakaran Tumpukan Sampah di Ciputat
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel berusaha memadamkan api yang membakar tumpukan sampah di lahan kosong di Kampung Maruga, Serua, Ciputat. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Tumpukan sampah yang terbakar yang ada di lahan kosong di depan kantor Wali Kota Tangsel hingga Kamis, 8 Januari 2026 pukul 12.00 WIB belum berhasil dipadamkan. Padahal, api pertama kali muncul pada Selasa, 6 Januari 2026 sekitar pukul 18.00 WIB.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel kesulitan memadamkan api pasalnya, api menjalar atau merambat dari tumpukan puing-tuing. Hingga kini petugas masih berusaha memadamkan api dengan dibantu petugas dari Dinas Sumber Daya Air Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kota Tangsel menggunakan alat berat berupa beko untuk melakukan pengerukan.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tangsel Omay Komarudin mengatakan, penggalian puing-puing dilakukan dari sumber api.
“Kami menelusuri terlebih dahulu titik api berada di mana dan pada kedalaman berapa. Setelah itu, kami membuat parit sebagai sekat. Parit tersebut berfungsi untuk mencegah agar sumber api tidak merambat ke area lain,” ujarnya, Kamis, 8 Januari 2026.
Omay menambahkan, dari arah pergerakan api, terlihat menjalar kesisi yang banyak tumpukan sampah dan puing-puing. Artinya, sudah ada titik-titik api yang mulai muncul di beberapa titik lain.
“Kejadian ini sudah berlangsung selama 3 hari, sejak Selasa, Rabu, hingga Kamis. Hari ini merupakan hari ketiga.
Mudah-mudahan hari ini penanganan dapat dituntaskan dan tidak lagi muncul kepulan asap,” tambahnya.
Omay berharap pemilik lahan juga ikut pertanggung jawab atas kebakaran tumpukan sampah di laham miliknya.
“Kami hanya minta bantuan disiapkan alat beko kepada pemilik lahan agar kebakaran ini segera dapat diatasi. Beko ini untuk mengeruk puing-puing agar apinya bisa dipadamkan,” jelasnya.
“Kebakaran tumpukan sampah ini termasuk bencana lokal karena api sulit dipadamkan dan mengeluarkan asap banyak dan kalau tidak segera diatasi akan mengganggu kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Sebelumnya, Kebakaran terjadi di lahan kosong di daerah RT 6 dan 7, RW 4 Kampung Maruga, Kecamatan Ciputat. Lokasi tepatnya di depan bangunan Menara Pandang di kawasan Balai Kota Tangerang Selatan.
Kebakaran tersebut terjadi sejak Rabu (6/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Lahan yang terbakar bukan semak-semak maupun rumput namun, tumpukan urukan yang terdiri dari berbagai jenis barang, mulai dari kayu, sampah, puing dan lainnya. Kebakaran tersebut diduga akibat adanya pembakaran yang dilakukan seseorang, sehingga api menjalar atau merambat ke tumpukan beragam material yang kedalamannya lebih dari 1 meter. (bud)
Sumber:

