Siswa SMPN 2 Jayanti Diajarkan Buat Eco Enzim
PRAKTIK: Siswa SMPN 2 Jayanti membuat ecoenzim untuk digunakan sebagai pupuk organik yang digunakan ke tanaman sekolah.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, JAYANTI — Siswa SMPN 2 Jayanti Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan membuat eco enzim dan mengaplikasikannya ke tanaman yang ada di sekolah. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan, kesehatan, serta kelestarian lingkungan sekolah melalui pembelajaran berbasis praktik dan ramah lingkungan.
Eco enzim yang dibuat oleh para siswa berasal dari fermentasi limbah organik rumah tangga seperti sisa buah dan sayuran. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan guru, mulai dari pengenalan manfaat eco enzim, proses fermentasi, hingga pemanfaatannya untuk menyiram dan menyuburkan tanaman di area sekolah.
Kepala SMPN 2 Jayanti Suparti mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan karakter dan pembelajaran kontekstual yang menanamkan kepedulian lingkungan sejak dini kepada siswa.
“Melalui kegiatan pembuatan eco enzim ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal-hal sederhana, seperti mengolah sampah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, eco enzim tidak hanya bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, tetapi juga membantu mengurangi penggunaan bahan kimia serta mengurangi volume sampah organik yang biasanya dibuang begitu saja. “Kami mengajarkan siswa untuk lebih peduli terhadap sampah, khususnya sampah organik. Dengan eco enzim, sampah tersebut justru bisa diolah menjadi cairan alami yang baik untuk tanaman dan lingkungan sekolah,” jelasnya.
Suparti menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi siswa. Ini agar siswa tidak hanya memahami teori di dalam kelas tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. “Anak-anak terlihat sangat antusias karena mereka terlibat langsung, mulai dari proses pembuatan hingga pengaplikasian eco enzim ke tanaman di sekolah. Ini pembelajaran yang sangat bermakna,” katanya.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, dan sehat, sekaligus mendukung gerakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berkelanjutan. Tidak hanya sebagai proyek sesaat, tetapi menjadi kebiasaan positif yang tertanam pada diri siswa, baik di sekolah maupun di rumah,” tuturnya.
Ia juga berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan menerapkan pengelolaan sampah organik dan menjaga kebersihan lingkungan.(ran)
Sumber:

