SMPN 1 Kresek Perkuat Pembinaan Karakter dan Etika
UPACARA BENDERA: Siswa SMPN 1 Kresek, saat mengikuti upacara bendera sebagai salah satu pembinaan karakter siswa yang dilakukan oleh sekolah.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter moral dan etika peserta didik. Pembinaan ini dilakukan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berintegritas, dan bertanggung jawab.
Pembinaan karakter tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program sekolah, yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran maupun aktivitas keseharian siswa di lingkungan sekolah. Dengan komitmen tersebut, SMPN 1 Kresek terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif dalam membentuk karakter siswa yang bermoral, beretika, dan siap menghadapi masa depan.
Kepala SMPN 1 Kresek Aji Mutahrudin mengatakan, pendidikan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan. Menurutnya, kecerdasan akademik harus diimbangi dengan pembentukan moral dan etika yang kuat agar siswa mampu menghadapi tantangan zaman.
“Sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan siswa secara akademik, tetapi juga membentuk karakter moral dan etika yang kuat. Ini adalah bekal utama yang wajib dimiliki oleh setiap siswa agar kelak mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, jujur, disiplin, serta memiliki rasa tanggung jawab,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (29/12)
Aji menambahkan, pembinaan karakter di SMPN 1 Kresek dilaksanakan melalui pembiasaan sikap positif, penanaman nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, sopan santun, serta saling menghormati antarwarga sekolah. Nilai-nilai tersebut ditanamkan sejak siswa memasuki lingkungan sekolah hingga dalam setiap aktivitas pembelajaran di kelas.
“Kami membiasakan siswa untuk bersikap santun kepada guru, teman, dan seluruh warga sekolah. Etika berbicara, berperilaku, serta menghargai perbedaan terus kami tanamkan agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri siswa,” paparnya.
Ia menjelaskan, bahwa pembinaan karakter juga dilakukan melalui kegiatan keagamaan, upacara bendera, kegiatan literasi, serta berbagai program ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan kepribadian siswa. Guru dan tenaga kependidikan pun dilibatkan secara aktif sebagai teladan bagi peserta didik.
“Kami selalu mengingatkan bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik dan teladan. Sikap dan perilaku guru akan menjadi contoh nyata bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurutnya, tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut sekolah untuk lebih serius dalam memperkuat pendidikan karakter. Tanpa moral dan etika yang baik, siswa dikhawatirkan mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.
“Di tengah arus informasi yang begitu deras, karakter moral dan etika menjadi benteng utama bagi siswa. Karena itu, kami terus berupaya membina mereka agar mampu memilah mana yang baik dan mana yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur bangsa,” tuturnya.(ran)
Sumber:

