BJB NOVEMBER 2025

SMPN 1 Kresek Perkuat Pembinaan Karakter dan Etika

SMPN 1 Kresek Perkuat Pembinaan Karakter dan Etika

UPACARA BENDERA: Siswa SMPN 1 Kresek, saat mengikuti upacara bendera sebagai salah satu pembinaan karakter siswa yang dilakukan oleh sekolah.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Kresek, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, terus menunjukkan komitmennya dalam membangun karakter moral dan etika peserta didik. Pembinaan ini dilakukan sebagai fondasi utama dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, berintegritas, dan bertanggung jawab. 

Pembinaan karakter tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program sekolah, yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran maupun aktivitas keseharian siswa di lingkungan sekolah. Dengan komitmen terse­but, SMPN 1 Kresek terus berupaya menciptakan lingkungan pendi­dikan yang kondusif dalam mem­bentuk karakter siswa yang ber­moral, beretika, dan siap meng­hadapi masa depan.

Kepala SMPN 1 Kresek Aji Mu­tahrudin mengatakan, pendidikan karakter merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses pen­didikan. Menurutnya, kecer­dasan akademik harus diimbangi dengan pembentukan moral dan etika yang kuat agar siswa mampu menghadapi tantangan zaman.

“Sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan siswa secara aka­demik, tetapi juga membentuk karakter moral dan etika yang kuat. Ini adalah bekal utama yang wajib dimiliki oleh setiap siswa agar kelak mereka tumbuh men­jadi pribadi yang berakhlak, jujur, disiplin, serta memiliki rasa tang­gung jawab,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (29/12)

Aji menambahkan, pembinaan karakter di SMPN 1 Kresek dilak­sanakan melalui pembiasaan si­kap positif, penanaman nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, so­pan santun, serta saling meng­hormati antarwarga sekolah. Nilai-nilai tersebut ditanamkan sejak siswa memasuki lingkungan sekolah hingga dalam setiap akti­vitas pembelajaran di kelas.

“Kami membiasakan siswa untuk bersikap santun kepada guru, teman, dan seluruh warga sekolah. Etika berbicara, berperilaku, serta menghargai perbedaan terus kami tanamkan agar menjadi kebiasaan yang melekat dalam diri siswa,” paparnya.

Ia menjelaskan, bahwa pem­binaan karakter juga dilakukan melalui kegiatan keagamaan, upa­cara bendera, kegiatan literasi, serta berbagai program ekstra­kurikuler yang mendukung pe­ngembangan kepribadian siswa. Guru dan tenaga kependidikan pun dilibatkan secara aktif sebagai teladan bagi peserta didik.

“Kami selalu mengingatkan bah­wa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga pendidik dan teladan. Sikap dan perilaku guru akan menjadi contoh nyata bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Menurutnya, tantangan global dan perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut sekolah untuk lebih serius dalam memperkuat pendidikan karakter. Tanpa moral dan etika yang baik, siswa dikhawatirkan mudah ter­pengaruh oleh hal-hal negatif.

“Di tengah arus informasi yang begitu deras, karakter moral dan etika menjadi benteng utama bagi siswa. Karena itu, kami terus ber­upaya membina mereka agar mampu memilah mana yang baik dan mana yang tidak sesuai de­ngan nilai-nilai luhur bangsa,” tuturnya.(ran)

Sumber: