BJB
hut bjb

Tiap Sekolah Hanya Miliki Dua PNS

Tiap Sekolah Hanya Miliki Dua PNS

Seorang guru honorer tengah mengajar di salah satu SD negeri di Kota Tangerang.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Tangerang terus berkomitmen dalam memperhatikan kesejahteraan serta status kepegawaian para guru honorer di wilayahnya. Langkah ini diambil guna menjaga kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan sekolah negeri saat ini. Sebab, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan sekolah negeri, baik SD Negeri maupun SMP Negeri di Kota Tangerang saat ini sangat minim. Setidaknya setiap sekolah hanya ada 2 orang berstatus PNS.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Dwiana Langlang Nugraha mengungkapkan, di Kota Tangerang setiap tahunnya rata-rata kehilangan 250 orang guru PNS yang memasuki masa pensiun. Di sisi lain, proses belajar mengajar di kelas tidak boleh terhenti. 

Menurut dia, kondisi riil di lapangan, di mana jumlah PNS di lingkungan sekolah negeri saat ini sangat terbatas, yakni hanya berkisar antara 2 hingga 4 orang saja per sekolah. Kondisi ini membuat peran guru honorer dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) menjadi tulang punggung sekolah.

"Bahkan sekarang saja untuk posisi wakil kepala sekolah sudah ada yang dijabat oleh PPPK, karena PNS di lingkungan sekolah memang sangat sedikit," ungkap Dwiana saat ditemui di ruangannya, belum lama ini.

Meski demikian, kata Dwiana, pihaknya terus membangun komunikasi intensif dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Tangerang untuk mencarikan solusi jangka panjang.

"Kami terus melakukan koordinasi dengan BKPSDM terkait pengangkatan guru honorer, supaya bisa melakukan perekrutan PPPK untuk menggantikan guru-guru yang pensiun itu. Nantinya pihak BKPSDM yang meneruskan usulan tersebut ke Badan Kepegawaian Negara (BKN)," ujarnya.

Dikatakannya, Pemkot Tangerang telah melakukan pengangkatan ribuan guru honorer menjadi PPPK. Terakhir, sebanyak 1.752 guru honorer dilantik menjadi  PPPK pada 2025 lalu. "Kami terus mengoptimalkan tenaga pendidik dan guru untuk memperkuat di sektor pendidikan,baik skillnya maupun kesejahteraannya," ujarnya.

Dengan masifnya pengangkatan tersebut, Dwiana menyebutkan bahwa saat ini jumlah guru honorer yang tersisa di seluruh SD Negeri dan SMP Negeri se-Kota Tangerang berkisar di angka 540 orang. Dinas Pendidikan memastikan keberadaan sisa guru honorer yang ada saat ini tetap diakomodasi dengan baik. Salah satunya melalui pemanfaatan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembiayaan honorarium mereka.

Berdasarkan regulasi terbaru, yakni Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026, penggunaan dana BOS Reguler untuk pembayaran gaji guru dan tenaga kependidikan non-ASN tersebut diantaranya, untuk sekolah negeri maksimal 20 persen dan untuk sekolah swasta maksimal 40 persen dari alokasi anggaran dana BOS untuk gaji guru non-ASN. (ziz/esa) 

"Alhamdulillah di Kota Tangerang gaji guru honorer angkanya kisaran Rp2,5 juta. Tidak sama seperti daerah lain, di wilayah Banten ini bahkan masih ada yang di bawah Rp1 juta," katanya.

Ia menyebut, Pemkot Tangerang terus berupaya meningkatkan kualitas layanan publik khususnya di sektor pendidikan dengan memperkuat sumber daya manusia guna mempertahankan sikap profesionalisme dan berintegritas. (ziz/esa)

 

Sumber: