Perang Sarung, 8 Remaja Diamankan Polsek Cisauk
Delapan remaja diamankan oleh anggota Polsek Cisauk karena terlibat aksi perang sarung di wilayah Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu. -Polsek Cisauk For Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, SETU — Sebanyak 8 remaja diamankan anggota Polsek Cisauk di wilayah Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, pada Sabtu, 28 Februari 2026 malam. Mereka diduga terlibat aksi perang sarung.
Para remaja tersebut diamankan saat polisi menggelar Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna mencegah potensi tawuran remaja di wilayah hukum Polsek Cisauk.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya, mengatakan para remaja itu diamankan saat anggotanya melaksanakan patroli kewilayahan bersama unsur Potensi Masyarakat (Potmas).
“Saat melaksanakan patroli KRYD, anggota kami bergabung dengan Potmas berkeliling wilayah hukum Polsek Cisauk dan mendapati 8 remaja yang melakukan perang sarung di depan Makam Kramat Hantab, Kampung Momonggor, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Minggu (1/3).
Dhady menambahkan, melihat adanya aktivitas tersebut, petugas langsung mengamankan para remaja. Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Sopian, jumlah remaja yang terlibat perang sarung mencapai sekitar 30 orang.
“Bersama warga, anggota kami membubarkan perang sarung tersebut dan mengamankan delapan remaja,” tambahnya.
Selanjutnya, kedelapan remaja itu dibawa ke Mapolsek Cisauk untuk didata dan dimintai keterangan oleh Unit Reskrim Polsek Cisauk.
“Kami juga meminta mereka menghubungi orang tua masing-masing, termasuk Ketua RT/RW dan pihak sekolah apabila masih berstatus pelajar,” jelasnya.
Dalam operasi tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah bernomor polisi B 3255 NZP, satu unit Yamaha Mio Soul warna putih bernomor polisi B 6872 WOL, serta satu unit Yamaha Lexi bernomor polisi B 4532 NNC.
“Semua barang bukti kami amankan ke Mapolsek,” tuturnya.
Mantan anggota Satlantas Polres Tangsel itu menegaskan, operasi ini bertujuan menciptakan suasana Ramadan yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa gangguan aksi yang meresahkan. Oleh karena itu, patroli serupa akan terus kami tingkatkan selama Ramadan,” tuturnya.
“Mari bersama-sama menciptakan Ramadan yang damai dan penuh berkah dengan menjaga ketertiban serta menjauhi tindakan yang meresahkan masyarakat,” tutupnya. (bud)
Sumber:

