Pererat Silaturahmi, BPJS Ketenagakerjaan Gelar Media Gathering

Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten Kunto Wibowo (tengah-red), Wakil Kepala Wilayah Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Sudarwoto (kanan-red), dan Wakil Kepala Wilayah Bidang DHCA BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Suharna--
TANGERANGEKSPRES.ID - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar Media Gathering bersama awak media di di Hotel Episode, Kota Tangerang Selatan, Rabu (4/12/2024).
Kegiatan tersebut diikuti BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten, dan belasan kantor cabang induk, dan kantor cabang pembantu.
Wakil Kepala Wilayah Bidang DHCA BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten, mengatakan kegiatan Media Gathering ini merupakan salah satu ajang dalam mempererat jalinan silaturahmi antar BPJS Ketenagakerjaan dengan awak media.
Menurutnya jurnalis merupakan salah satu lembaga yang berperan penting dalam meningkatkan partisipasi dan pengetahuan masyarakat tentang BPJS Ketenagakerjaan.
"Jurnalis sebagai penyambung, bila ada keluhan di masyarakat maka bisa disampaikan, dan ini tentunya untuk menciptakan kesamaan persepsi dan informasi," katanya.
Sementara itu, Kepala Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Provinsi Banten, Kunto Wibowo menuturkan bahwa pihaknya terus menggiatkan dalam memberikan perlindungan bagi pekerja rentan, khususnya pekerja informal yang ada di Provinsi Banten.
Kunto menjelaskan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) terdapat 5,94 juta penduduk Banten yang bekerja. Dari total tersebut 2.838.837 juta sudah terdaftar sebagai peserta di BPJS Ketenagakerjaan.
Namun dari jumlah total yang menjadi peserta, sekitar 2 juta diantaranya pekerja formal, dan sisanya pekerja informal.
"Masih cukup sedikit untuk pekerja informal yang terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan," katanya kepada awak media.
Maka dari itu, saat ini pihaknya tengah fokus untuk memberikan perlindungan bagi pekerja informal yang ada di Banten. Pekerja informal seperti nelayan, petani, pedagang pasar, dan lainnya yang merupakan pekerja rentan kecelakaan kerja.
"Tentu kami terus kampanye, ada beberapa kegiatan seperti sosialisasi atau berita yang bisa disebarluaskan, bukan hanya manfaat ketika ada resiko, tapi ada manfaat lainnya yang bisa didapatkan bagi pekerja," ujarnya. (*)
Sumber: