BJB
hut bjb

SDN Larangan 11 Jamin Proses SPMB Berjalan Transparan

SDN Larangan 11 Jamin Proses SPMB Berjalan Transparan

TRANSPARAN: SPMB SDN Larangan 11 telah dibuka mulai 2 Juni hingga 17 Juni 2026, siapkan kuota 56 murid.(SDN Larangan 11 for Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LARANGAN — Sistem Peneri­maan Murid Baru (SPMB) Ta­hun Ajaran 2026 di SDN La­rangan 11 Kota Tangerang resmi dibuka. SDN Larangan 11 men­jamin proses penerimaan berjalan transparan dengan jumlah kuota sebanyak 56 siswa.

Sebagai institusi pendidikan negeri, SDN Larangan 11 berko­mitmen memberikan pelayanan terbaik dalam proses peneri­maan peserta didik baru. Selu­ruh tahapan seleksi dilakukan secara online melalui sistem yang telah disiapkan Peme­rintah Kota Tangerang sehingga data pendaftar dapat diakses secara terbuka oleh publik.

Kepala SDN Larangan 11, Fetty Meriyanti, mengatakan sistem yang diterapkan saat ini memberikan kemudahan sekaligus menjamin transpa­ransi bagi masyarakat. Menu­rutnya, orang tua tidak perlu khawatir karena seluruh proses berlangsung sesuai aturan yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kota Tangerang.

“SPMB merupakan langkah yang sangat baik untuk mem­berikan informasi yang trans­paran kepada masyarakat, khu­susnya para orang tua di sekitar wilayah Larangan. Se­mua proses seleksi dilakukan se­cara daring dan terbuka se­hingga masyarakat dapat me­mantau perkembangan pen­daftaran secara langsung,” ujar­nya, Selasa (9/6).

Ia menjelaskan, proses pene­rimaan diawali dengan tahap Pra-SPMB atau pendaftaran akun yang telah dibuka sejak (13/4) dan akan berlangsung hingga (8/6). Pada tahap ini, orang tua wajib melakukan registrasi data calon murid melalui portal Pra-SPMB Kota Tangerang.

Kemudian, untuk dokumen yang harus disiapkan saat pen­daftaran yaitu meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK) pada Kartu Keluarga asli, Akta Kelahiran asli, nomor WhatsApp aktif orang tua, serta NISN atau NPSN sekolah asal apabila ter­sedia. Seluruh dokumen ter­sebut akan diverifikasi oleh Dinas Pendidikan Kota Tange­rang.

Setelah proses verifikasi sele­sai, calon peserta didik akan memperoleh PIN unik yang digunakan untuk mengakses sistem seleksi. PIN tersebut menjadi syarat utama untuk mengikuti tahapan berikutnya dalam proses penerimaan mu­rid baru.

Tahap selanjutnya adalah pen­daftaran jalur seleksi man­diri yang dilakukan secara daring melalui portal resmi SPMB Man­diri Kota Tangerang. Pendaf­taran pada tahap ini dibuka mulai (2/6) hingga (17/6).

Untuk itu, Fetty mengimbau para orang tua agar tidak me­nunda proses pendaftaran dan memastikan seluruh dokumen yang diunggah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Keleng­kapan data menjadi faktor pen­ting agar proses verifikasi dapat berjalan lancar.

“Kami mengajak seluruh orang tua untuk mempersiap­kan dokumen dengan baik dan melakukan pendaftaran sesuai jadwal yang telah ditentukan. Dengan demikian proses seleksi dapat berjalan tertib dan tidak ada kendala administrasi,” ka­tanya.

Dikatakan Fetty, dalam pe­laksa­naannya, Pemerintah Kota Tangerang membagi daya tam­pung sekolah ke dalam empat jalur utama. Jalur tersebut terdiri atas Jalur Domisili, Jalur Afirmasi, Jalur Penyandang Disabilitas, dan Jalur Mutasi yang masing-masing memiliki ketentuan tersendiri.

Ia menambahkan, untuk jalur Domisili ini menjadi jalur de­ngan kuota terbesar karena diprioritaskan bagi calon murid yang berdomisili di sekitar wi­layah sekolah. Sementara itu, Jalur Afirmasi diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera yang terdaftar da­lam basis data kemiskinan daerah.

Adapun Jalur Penyandang Disabilitas disediakan untuk memastikan akses pendidikan yang inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Sedang­kan Jalur Mutasi diberikan ke­pada calon murid yang meng­ikuti perpindahan tugas orang tua atau wali dari luar daerah.

Menutup keterangannya, Fetty menyebut tahun ini, SDN La­rangan 11 mendapatkan alokasi daya tampung sebanyak dua rombongan belajar atau dua kelas dengan total 56 siswa. Ia berharap seluruh proses SPMB dapat berjalan lancar dan meng­hasilkan peserta didik yang siap menempuh pendidikan dasar dengan semangat belajar yang tinggi.(duy)

Sumber: