Tiga Kecamatan di Pandeglang Terdampak Kekeringan
BPBD-PK Pandeglang mendistribusikan air bersih ke rumah warga di Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, Rabu (15/7). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, PANDEGLANG — Pemkab Pandeglang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) setempat mengaku tiga kecamatan di wilayahnya telah meminta bantuan air bersih akibat terdampak kekeringan. Bahkan, daerah rawan air bersih akibat kemarau berpotensi meluas.
BPBD-PK telah melakukan pemetaan daerah rawan air bersih akibat kemarau, sebanyak 150 desa yang tersebar di 20 kecamatan masuk dalam kategori berpotensi tinggi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026 ini.
"Tiga kecamatan telah lebih dahulu terdampak dan krisis pasokan air bersih, yakni Kecamatan Karangtanjung, Angsana, dan Sindangresmi, dan air bersih telah kita distribusikan," kata Kepala Pelaksana BPBD-PK Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, kepada wartawan, kemarin.
Lanjut dia, adapun 20 wilayah dengan potensi kekeringan tinggi meliputi Kecamatan Sumur, Sukaresmi, Saketi, Pulosari, Patia, Pagelaran, Menes, Mandalawangi, Labuan, Jiput, Cisata, Cimanggu, Cikeusik, Cikeudal, Cibitung, Carita, Angsana, Sindangresmi, Cadasari, dan Karangtanjung.
Riza menjelaskan, berdasarkan kajian risiko bencana (KRB), ancaman kekeringan pada 2026 diperkirakan lebih luas dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Sebanyak 150 desa yang tersebar di 20 kecamatan dari 35 kecamatan yang ada masuk kategori berpotensi tinggi mengalami kekeringan, sedangkan 15 kecamatan lainnya berada dalam kategori potensi sedang.
Situasi itu juga, kata Reza, mengindikasikan meningkatnya tekanan terhadap ketersediaan sumber air bersih, terutama di wilayah selatan dan tengah Kabupaten Pandeglang apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang.
"Kami terus melakukan monitoring di seluruh wilayah, baik yang berpotensi tinggi maupun sedang. Tahun ini ada kemungkinan kemarau berlangsung lebih panjang sehingga kami terus meningkatkan kesiapsiagaan," ungkapnya.
Terpisah, Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Banten, Beni Madsira mengatakan, pihaknya bersama BPBD-PK telah membantu mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak krisis air.
"Bantuan telah disalurkan ke Kampung Bojong Koneng, Desa Cipinang, Kecamatan Angsana, menggunakan tiga mobil tangki yang beroperasi sejak siang hingga menjelang tengah malam," terangnya.(fad)
Sumber:

