Minim Rambu, Proyek Jalan Telan Korban
Korban kecelakaan jalan di Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak dinaikkan ambulans untuk dibawa ke rumah sakit, Selasa (19/5). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Sejumlah masyarakat menuding minimnya rambu peringatan di proyek perbaikan ruas Jalan Kaduagung - Gunungkencana, tepatnya di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak menjadi penyebab kecelakaan yang menimpa seorang pengendara motor perempuan asal Kecamatan Cikulur, Selasa (19/5).
Korban mengalami kecelakaan saat melintasi jalan yang tengah diperbaiki. Diduga korban berusaha menghindari lubang galian di badan jalan sebelum akhirnya terjatuh dan mengalami cedera serius pada bagian kaki dan kepala.
Informasi yang dihimpun, sepanjang jalan Kaduagung-Gunungkencana terdapat sejumlah titik proyek perbaikan jalan tidak dilengkapi rambu peringatan maupun pengamanan proyek. Kondisi jalan yang berlubang dan tidak rata dinilai membahayakan pengendara, terutama pada malam hari karena minimnya penerangan.
Parman (48), warga Kaduagung mengatakan, kecelakaan di lokasi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, lubang di titik proyek itu sudah beberapa kali memakan korban.
"Kalau yang di titik hari ini saja sudah tiga sampai empat kali kejadian. Pengendara banyak yang tidak tahu kalau ada galian karena tidak terdapat rambu-rambu," katanya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, korban merupakan seorang ibu rumah tangga asal Kecamatan Cikulur yang diduga hendak menuju Rangkasbitung. Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka serius hingga diduga patah tulang pada bagian kaki dan luka di kepala akibat terbentur.
"Tadi korban langsung dibawa ke rumah sakit, kebetulan ada ambulans lewat," ujarnya.
Dia menyayangkan metode pengerjaan proyek yang dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan. Menurutnya, proyek tanpa pengamanan memadai sangat berisiko, terutama saat malam hari.
"Kami tidak menolak perbaiki jalan ini, tapi setidaknya tolong keselamatan pengendara juga diutamakan. Kalau malam gelap sama sekali, tidak ada rambu-rambu. Masyarakat jadi tidak tahu kalau ada perbaikan jalan. Ini berbahaya," paparnya.
Warga meminta pemerintah daerah dan pihak pelaksana proyek segera memasang rambu lalu lintas serta memperbaiki sistem pengamanan proyek di seluruh titik pekerjaan jalan guna mencegah jatuhnya korban berikutnya.
"Harapan kami ya segera diperbaiki dan diberi rambu lalu lintas. Jangan sampai ada korban lagi," ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, Soleh (41). Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan jalan ini, karena dirinya melihat pekerjaan banyak liburnya.
"Iya karena kondisi jalan kalau malam gelap, sehingga pekerjaan yang belum selesai atau tertunda membahayakan pengguna jalan," ucapnya. (fad)
Sumber:


